Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kesaksian Kepala DKK Kudus yang Sembuh dari Varian Delta: Tak Tahu Tertular dari Mana

Badai Ismoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo diketahui sempat terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu. Badai juga menceritakan, bahwa dirinya juga termasuk salah seorang yang terpapar Covid-19 varian delta.

Ini diketahui dari hasil boratorium tes whole-genome sequencing (WGS) yang dilakukan di UGM Yogyakarta. Saat ini Badai sudah dinyatakan sepenuhnya sembuh dari virus itu. Namun belum diketahui penularannya dari mana.

“Kami belum bisa menemukan sumbernya (Delta) dari mana. Dari hasil lab WGS 28 sama 34 (terdeteksi varian delta), boleh dikatakan termasuk saya.  Saya dan istri saya itu menjadi yang terperiksa dalam spesimen tersebut,” katanya, Sabtu (26/6/2021).

Sebelum terkonfirmasi positif Covid-19 varian delta, ia mengaku tidak pernah melakukan perjalanan ke manapun.  Hanya melakukan aktivitas keseharian seperti saat bekerja.

“Masa inkubasi itu 14 hari, selama 14 hari ke belakang (sebelum positif) saya tidak ke mana-mana. Berada di rumah saja, maksudnya rumah-kantor, dan tengah mengurus di (isolasi) Rusunawa pada waktu dan Akbid. Tidak keluar kota.  Setelah itu saya isolasi, sampai jalan juga tidak pernah lihat, karena di rumah terus,” ujarnya.

Ketika ada instruksi pasien positif diisolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan Boyolali, masa isolasi Badai hampir selesai. Sehingga, tidak dibawa ke tempat isolasi tersebut, lantaran sudah melampaui waktu isolasi mandiri lebih dari delapan hari.

“Saya itu ya terkena (varian) delta. Saya ingin membuktikan bahwasanya saya sendiri yang terkena varian delta itu dalam posisi tidak ke mana-mana.  Sehingga memang belum diketahui sumbernya dari mana. Dilakukan penelusuran hampir sama tidak ada kontak ke mana-mana,  jika dimungkinkan itu peristiwa lokalan saat mudik,” jelasnya.

Saat terkonfirmasi positif Covid-19 varian delta, Ia menyebut saat itu dalam status orang tanpa gejala (OTG). Hanya mengalami sejumlah gejala ringan seperti pusing hingga telinga tidak bisa mendengar.

“Yang jelas itu ya pusing, yang kelihatan agak berbeda sedikit itu telinga agak sedikit budek (tuli),  saya kena baru kali ini sekali ini,” ucapnya.

Baca: Ganjar Sebut Temuan Varian Delta di Jateng Baru Ada di Kudus

Ia juga menyatakan dirinya merupakan salah satu orang sudah divaksin berbarengan dengan sekitar 7.000 lebih tenaga kesehatan di Kudus yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Namun saat ini dirinya sudah dinyatakan sembuh bersama ratusan nakes lain yang sempat positif.

“Saya bersama sebanyak 7.000-sekian nakes telah mendapat vaksin lengkap. Kemudian yang terpapar sebanyak 700-an, artinya orang yang sudah divaksin bisa terpapar itu 6-10 persen yang juga tanpa gejala, dan 17 dirawat dengan gejala ringan,  dan sebanyak 90 pesen yang terpapar itu sudah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh, ” terangnya.

Sehingga, lanjut Badai, bagi yang terpapar dan telah melakukan vaksinasi itu bisa terhindar dari kemungkinan terburuk. Ia juga membandingkan dengan angka kematian mulai melonjak itu sebanyak 400-an orang yang secara umum belum terjangkau vaksin.

“Kalau mau dibandingkan antara vaksin dan tidak itu ada efektivitas vaksin, artinya vaksin punya manfaat daripada tidak,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...