Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bolehkah Swab Antigen Dilakukan Sendiri Tanpa Bantuan Nakes?

Swab antigen yang dilakukan Pusdokkes Polri di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Rapid test antigen digunakan sebagai salah satu skrining deteksi Covid-19. Proses swab lender di hidung biasanya dilakukan oleh tenaga Kesehatan (nakes) berpengalaman.

Namun belakangan terakhir fasilitas kesehatan banyak yang mengalami lonjakan permintaan swab antigen. Sehingga hasil test pun keluarnya menjadi cukup lama.

Dalam kondisi ini beberapa orang secara semberono memilih untuk membeli alat rapid antigen dan melakukan swab sendiri.

Beberapa waktu lalu juga beredar video penggunaan alat rapid antigen yang dibelinya secara daring. Lalu amankah jika dilakukan sendiri?.

Direktur Utama RS Mardirahayu dr. Pujianto mengatakan ada plus minus melakukan swab antigen secara mandiri tanpa bantuan nakes. Dia memberikan beberapa penjelasan.

“Semakin ke sini memang ada tuntutan cepat dan mudah. Kalau mau swab antigen pribadi boleh. Tapi siapa yang mau mempertanggungjawabkan?. Kalau positif bisa tahu positif. Tapi misalnya itu negatif tapi negatif karena tidak akurat saat ambil sampel, dari yang sebenarnya hasilnya justru positif itu kan malah repot,” katanya, Sabtu (26/6/2021).

Menurutnya, pengambilan sampel swab antigen itu ada pelatihannya. Tidak dapat dilakukan asal-asalan. Karena ketika pengambilan sampelnya tidak tepat dapat memengaruhi hasil.

“Tidak serta merta asal disogok saja. Ada tata caranya. Artinya lebih baik dilakukan oleh orang yang sudah ahli di bidangnya,” terangnya.

Menurut dokter Pujianto, melakukan swab antigen mandiri akan menyulitkan proses tracing. Sebab, jika yang bersangkutan tidak jujur, justru akan memberi dampak bagi orang di sekitarnya.

“Kalau bisa jangan dilakukan sendiri. Karena nantinya terkait proses 3T. Yaitu tracing, testing, dan treatment. Kalau misal dia sudah swab antigen sendiri. Ternyata hasilnya positif dan dia tidak jujur tetap diam saja. Nah ini bisa membahayakan orang di sekitarnya. Karena Covid-19 ini berbahaya dan menular,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...