Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OPINI

Fenomena Hujan di Musim Kemarau

Wenas Ganda Kurnia *)

PULAU Jawa beberapa hari terakhir diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Padahal, menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) saat ini sudah masuk musim kemarau. Ada fenomena apa?.

BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini di mulai pada April lalu. Perkiraan itu didasarkan pada prediksi waktu terjadinya fenomena peralihan angin monsun, dari monsun barat ke monsun timur, pada akhir Maret 2021.

Hujan yang terjadi di beberapa hari terakhir di beberapa daerah Jawa disebabkan karena adanya sirkulasi Eddy di sebelah barat Sumatera. Saat ini Eddy masih aktif (LPA: Low Pressure Area) di sebelah barat Sumatera.

Eddy adalah pusat tekanan rendah yang menyebabkan suplai uap air tertarik, yang memicu konvergensi (peretemuan arus angin atau uap air) sehingga wilayah yang dilewati arus angin atau uap air ini dapat diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, dan biasanya disertai dengan angin yang cukup kencang seperti yang terjadi di Jawa saat ini.

Selain sirkulasi Eddy, fenomena menghangatnya suhu permukaan laut di Jawa menyebabkan penguapan yang tinggi. Hal ini lah yang dapat menimbulkan atau menumbuhkan awan-awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di daerah tersebut. Kedua fenomena tersebut biasanya mempunyai waktu aktif kisaran mingguan.

Fenomena hujan yang terjadi di musim kemarau masih bisa dikatakan wajar atau normal terlebih sesuai prediksi BMKG puncak musim kemarau di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur terjadi sekitar bulan Agustus hingga September.

Sumber: BMKG

Gambar di atas menunjukkan sirkulasi Angin di wilayah Indonesia 24 Juni 2021, yang ditandai dengan bulatan adalah pusat tekanan rendah (Eddy), yang ditandai dengan persegi panjang adalah tempat pertemuan angin atau uap air (konvergensi). (*)

 

*) Penulis adalah Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tuban

Comments
Loading...