Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tampil Buruk Bersama Tim Spanyol di Euro 2020, Morata Mendapatkan Ancaman Pembunuhan

Morata tambil buruk, dapat ancaman pembunuhan.(facebook.com/SeFutbol)

MURIANEWS, Kopenhagen- Penyerang tengah Spanyol, Alvaro Morata menyatakan telah mendapatkan ancama pembunuhan. Hal ini membuat dirinya mengalami tekanan mental dalam beberapa pekan terakhir.

Alvaro Morata mengungkapkan dirinya dan keluarganya telah menerima ancaman pembunuhan karena penampilannya untuk Spanyol selama Euro 2020. Penampilan Morata bersama Spanyol terus mendapatkan kritikan, saat Spanyol gagal memberi ancaman gol dalam pertandingan-pertandingan penyisihan grup.

Pada pertandingan terakhir di Grup E, saat Spanyol menang telak 5-0 atas Slovakia, Morata juga membuang tendangan pinalti. Tendangannya dengan gampang berhasil ditepis kiper
Slovakia, Martin Dubravka.

Morata sendiri mengaku sudah tidak bisa tidur saat Spanyol bermain imbang 0-0 melawan Polandia. Dirinya sempat membuka skore, sebelum akhirnya banyak membuang-buang banyak peluang bagi Spanyol pada saat itu.

“Mungkin saya belum melakukan pekerjaan saya sebagaimana mestinya. Saya mengerti bahwa saya dikritik karena saya belum mencetak gol, tetapi saya berharap orang-orang tidak menempatkan saya seperti situasi saat ini,” ujarnya kepada salah satu media Spanyol, yang dilansir oleh Mirror.

“Setiap kali saya sampai ke ruang ganti, ponsel saya pergi ke tempat lain. Apa yang mengganggu saya adalah bahwa mereka memberi tahu istri saya, bahwa mereka memberi tahu anak-anak saya – mereka akan melalui Seville dengan nama ayah mereka di baju mereka. Mereka memberi tahu mereka segalanya. Saya harus meletakkan ponsel saya minggu ini,” tambah Morata.

Morata menyatakan bisa memahami jika banyak pendukung Spanyol mengkritik dirinya karena tidak berhasil mencetak banyak gol. Hal itu bisa diterima dirinya dalam hal ini. Namun dirinya tidak bisa menerima jika ancama pembunuhan diarahkan pada dirinya dan keluargannya.

Perasaan tertekan dan sangat menganggu ini dirasakannya sejak usai pertandingan melawan Polandia. Sehingga hal itu diakuinya menganggu persiapan dan penampilannya di lapangan.

“Saya sangat senang (dikritik), tapi itu mengganggu saya untuk tidak melakukan pekerjaan saya dengan baik. Para penggemar bersiul kepada saya sebelum melakukan pemanasan, tetapi saya senang mengambil penalti (melawan Slovakia) dan telah melewatkannya,” tambah Morata.

Sekarang, saat Spanyol akan menghadapi Korasia, Morata menyatakan akan meletakan kritik dan ancaman yang diterimanya di belakang. Spanyol akan menghadapi Kroasia di babak 16 besar pada Senin (28/6/2021), di Stadion Parken, Kopenhagen, Denmark.

“Saya baik-baik saja, mungkin jik ini terjadi beberapa tahun yang lalu, saya akan kacau. Saya telah menghabiskan beberapa minggu terisolasi dari segalanya. Saya sangat senang dan sangat termotivasi dengan mencapai babak 16 besar,” tegasnya.
“Kami berbicara dalam pelatihan bagaimana sepakbola telah berubah, di Euro ini, terakhir kami memulai dengan lebih baik dan kami tiba di Babak 16 dengan cara lain. Ini sepak bola dan saya senang, siapa pun yang tidak percaya, tidak mengenal saya,” tutupnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: mirror.co.uk

 

Comments
Loading...