Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perekonomian di Kudus Alami Kontraksi Negatif, Sektor Transportasi Paling Terdampak

Masyarakat tengah melakukan perjalanan menggunakan transportasi bus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencatat, selama pandemi tahun  2020 perekonomian di Kota Kretek mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif.

Kepala BPS Kudus Agus Rahmadi Santosa mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 memang berpengaruh sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kudus. Terlihat, selama tahun 2020 secara umum pertumbuhan ekonomi di Kudus mengalami kontraksi negatif yakni sebesar -3, 53 persen.

“Memang pandemi berpengaruh luar biasa. Secara nasional hampir semua kabupaten/kota mengalami kontraksi negatif. Memang ada satu atau dua yang positif, terutama daerah yang latar belakangnya di sektor pertanian,” katanya, Jumat (25/6/2021).

Ia menjelaskan, dari 17 sektor perekonomian, terdapat sepuluh sektor yang mengalami kontraksi negatif. Seperti, industri manufacturing -3,03 persen, bidang konstruksi -9,71 persen, perdagangan dan bengkel mobil/motor -7,47 persen, serta transportasi dan pergudangan -23-49 persen.

Kemudian, ada penyedia akomodasi dan makan -8,58 persen, real estat -2,10 persen,  jasa perusahaan -2,68 persen, administrasi pemerintahan -1,62 persen, jaasa pendidikan -1, 65 persen dan sejumlah jasa lainnya -11, 63 persen.

“Kalau yang terparah memang transportasi, minusnya luar biasa -23, 49 persen. Karena memang semua transportasi saat pandemi 2020 memang tidak boleh beroperasi,” ucapnya.

Meski demikian, masih ada tujuh sektor perekonomian yang mengalami pertumbuhan positif.  Bidang informasi dan komunikasi, pertanian-kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian, pengadaan listrik dan gas, pengadaaan air, jasa keuangan dan asuransi, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

“Informasi dan komunikasi itu masih naik atau positif 17,57 persen. Karena saat pandemi semua menggunakan daring atau online, semuanya butuh pulsa. Sektor pengadaan air sama listrik juga masih naik karena kebutuhan stabil, tapi kalau secara umum memang mengalami kontraksi,”  pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...