Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Tablet Ivermectin di RS Aisyiyah Kudus Belum Diberikan ke Pasien Corona, Ini Alasannya

Obat Ivermectin. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – RS Aisyiyah Kudus saat ini memiliki 750 tablet obat Ivermectin, yang disebut-sebut bisa menyembuhkan pasien Covid-19. Namun obat itu belum diberikan ke pasien corona yang ada di rumah sakit tersebut.

Penyebabnya, karena pihak RS Aisyiyah Kudus belum mengetahui izin edar resmi dari BPOM terkait obat tersebut.

Diketahui pihak RS Aisyiyah Kudus mendapatkan obat Ivermectin itu dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan PT Harsen Laboratories sebagai produsen obat.

Ketua Gugus Tugas Covid RS Aisyiyah Kudus dr Agus Prastyo mengatakan, pihaknya memilih untuk menunggu surat izin edar secara resmi dari BPOM.

“Kami belum menerima surat izin edar resmi dari BPOM. Kami juga sudah berkoordinasi dengan DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien) RS Aisyiyah, karena belum terima izin edar dari BPOM pihak DPJP belum bisa memberikan Ivermectin ke pasien,” katanya, Jumat (25/6/2021).

Dokter Agus melanjutkan, pihak RS Aisyiyah Kudus sudah mengonfirmasi terkait surat izin edar dari BPOM ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.

“Kami menyesuaikan dengan jurnal dan  surat izin edar kalau memang sudah kami terima, termasuk uji klinisnya juga, baru kami bisa bersikap. Jadi untuk saat ini kami keep dulu sambil menunggu surat izin edar. Karena memang kami belum menerima,” ungkapnya.

Dokter Agus juga menjelaskan obat Ivermectin sedianya merupakan obat anti parasit yang digunakan untuk obat cacing dan kaki gajah. Menurutnya sejauh ini belum bisa dipastikan efektivitas Ivermectin sebagai obat Covid-19.

Lebih lanjut, menurutnya penggunaan obat Ivermectin harus sesuai dengan resep dokter. Pembeliannya juga tidak boleh sembarangan. Sebab, obat Ivermectin merupakan obat keras.

“Harus sesuai resep dokter. Karena tidak semua apotek bersedia melayani obat tersebut,” ujarnya.

Baca: IDI Kudus Tak Sarankan Masyarakat Asal Beli Ivermectin untuk Obati Covid

Selain itu, Dokter Agus menyampaikan adanya efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat Ivermectin. Di antaranya nyeri otot atau sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, mengantuk dan Sindrom Stevens-Johnson. Efek  Sindrom Stevens-Johnson itu seperti alergi yang menyebabkan melepuhnya kulit.

Tak berhenti di situ, alasan lain pihak RS Aisyiyah tidak memberikan obat Ivermectin kepada pasien karena belum adanya uji klinis.

“Uji klinis juga belum kami terima. Nanti kalau BPOM dan Kemenkes sudah menerbitkan surat izin edarnya, barulah kami edarkan Ivermectin ke pasien,” jelas Agus.

Mengingat pandemi yang belum mereda, dokter Agus mengimbau masyarakat untuk taat protokol kesehatan.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...