Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Enam Desa di Pati Bakal Gelar Pilkades Pegantian Antarwaktu

Penyandang disabilitas menggunakan hak pilihnya dalam Pilkades Pati. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Sebanyak enam desa di Kabupaten Pati, akan menggelar Pilkades Antarwaktu (PAW). Rencananya, hajatan demokrasi desa itu akan dilakukan pada 3 Juli 2021 mendatang.

PAW sendiri adalah kepala desa yang dipilih melalui musyawarah desa untuk mengisi kekosongan kepala desa yang diberhentikan, meninggal atau mengundurkan diri. Sementara sisa jabatan sebagai kepala desa tersebut, masih lebih dari satu tahun.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 82 Tahun 2015 dan Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 88 Tahun 2020.

Sedangkan enam desa yang bakal melakukan PAW adalah Desa Pakis Kecamatan Tayu, Tegalarum Kecamatan Margoyoso, Bageng Kecamatan Gembong, Tanjang Kecamatan Gabus, Margomulyo dan Bumirejo Kecamatan Juwana.

Kasubbag Bina Pemerintahan Desa Fendi Eko S mengatakan, untuk tahapannya sendiri saat ini sudah dilakukan. Bakal calon juga sudah mengumpulkan berkas. Sehingga tahapan selanjutnya adalah penelitian berkas bakal calon.

“Setelah proses penelitian berkas, dilanjutkan penetapan calon kades. Paling sedikit dua calon dan paling banyak tiga calon. Jika calon lebih dari tiga dilakukan ujian tertulis,” ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Sementara untuk mekanisme pengesahan kepala desa PAW dilakukan dengan sistem musyawarah mufakat atau pemungutan suara.

Sedangkan untuk musyawarah sendiri, dalam hal ini yang diundang adalah BPD, Panitia PAW, panitia tingkat kecamatan, pejabat kepala desa, perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan desa, calon PAW dan unsur masyarakat desa setempat.

Namun, apabila peserta menghendaki dengan sistem pemungutan suara, maka mekanisme yang dilakukan akan berbeda. Panitia PAW harus mengundi nomor urut calon PAW dan menyiapkan kelengkapan pemungutan suara. Dalam hal ini, panitia pengawas dan panitia PAW tidak mempunyai hak suara dalam pemilihan.

“Setelah selesai, maka penetapan calon kepala desa terpilih dilakukan hari itu juga,” terangnya.

Lebih lanjut, seharusnya ada satu desa lagi yang harusnya menggelar PAW, yaitu Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti. Ini karena kadesnya meninggal dunia pada 17 Juni 2021 lalu, sehingga sisa jabatan masih sampai dengan 2021.

“Namun Desa Kembang tidak bisa ikut PAW saat ini karena tahapan sudah berjalan. Nanti akan dilaksanakan terpisah,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...