Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

RSUD Soewondo Pati Terkendala Nakes untuk Buka Ruang Isolasi Baru

Para nakes RSUD Soewondo Pati memeriksa pasien yang baru dating. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Hingga saat ini, antrean pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soewondo Pati masih terjadi. Bahkan sebagian di antara mereka terpaksa harus dirawat di luar ruangan. Hal ini lantaran ruangan untuk isolasi di rumah sakit tersebut sudah penuh.

Sedianya rumah sakit milik daerah tersebut akan membuka ruang isolasi baru, agar pasien yang berdatangan dapat ditampung. Namun, karena ada banyak tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19, hal itu pun menjadi kendala

Wakil Direktur Bagian pelayanan RSUD Soewondo Joko Subiyanto mengatakan, untuk membuka ruang isolasi baru tersebut, secara prinsip memang bisa dilakukan. Yakni dengan mengkonversi ruangan umum menjadi ruang isolasi.

Namun, hal itu tidak hanya cukup dengan membuka ruang saja, melainkan harus ada nakes dan dokter yang berjaga.

“Kepatutan tempat isolasi itu kan standarnya berbeda dengan tempat perawatan untuk pasien biasa. Jumlah tenaga medisnya (nakes) harus lebih banyak, kemudian jumlah jam kerjanya harus lebih pendek. Dari jumlah nakes inilah yang kami masih kekurangan, karena nakes kami juga banyak yang terpapar,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Dia menambahkan, untuk membuka 22 ruang isolasi baru itu, setidaknya harus ada 70 nakes yang dibutuhkan. Selain itu juga harus ada dua dokter umum dan satu tenaga spesialis.

Namun, dari pihak RSUD Soewondo sendiri tidak bisa mencukupi kebutuhan tenaga yang dibutuhkan tersebut.

“Kamarin kami sudah rapatkan ini dengan Pak Direktur. Rencananya, jumlah tenaga yang kami butuhkan itu akan diajukan ke Pak Gubernur,” imbuhnya.

Tidak menutup kemungkinan,  hal ini juga dialami oleh semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Pati. Apalagi, situasi kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan. Sehingga, hampir semua rumah sakit saat ini kondisinya sudah over kapasitas.

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto mengatakan, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Pati ada yang berasal dari luar daerah. Bahkan jumlahnya mencapai sekitar 75 orang. Mereka harus menjalani isolasi lantaran terpapar Covid-19 disertai gejala.

“Kami tidak mungkin menolak pasien dari luar daerah. Kalau tempatnya masih cukup, mereka tetap kami layani. Tapi ini kondisinya sudah penuh. Sampai IGD juga penuh,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...