Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Menghadapi Jerman Dinihari Nanti, Hongaria Masih Mungkin ‘Menyalip Di Tikungan Terakhir’

Timnas Hongaria sesi latihan. (facebook.com/magyarlabdarugoszovetseg)

MURIANEWS, Munich- Hasil imbang 1-1 saat Hongaria bertemu Prancis adalah kejutan besar di Grub F Euro 2020. Saat menghadapi Jerman di pertandingan terakhir, mereka tentu ingin kembali mengulang sensasi itu. Hongaria akan bertemu Jerman di Allianz Arena, Kamis (24/6/2021) dinihari WIB nanti.

Sejak awal, Hongaria memang dianggap sebagai tim penggembira saja di Grup F, yang disebut sebagai grup neraka di Euro 2020. Dibandingkan Jerman dan Portugal, apalagi Prancis, jelas Hongaria dipandang sebelah mata. Namun hasil imbang melawan Prancis, membuatnya mendapatkan perhatian lain.

Dari semua tim di Grup F, peluang Hongaria untuk lolos ke Babak 16 Besar memang paling kecil. Mereka harus bisa mengalahkan Jerman sambil berharap Prancis mengalahkan Portugal. Mungkin semua pengamat akan mengatakan hal itu mustahil terjadi.

Namun hasil yang diraih Denmark, setidaknya harus menjadi rujukan dalam kasus ini. Hongaria bisa saja ‘menyalip’ di tikungan terakhir, dengan semangat Denmark bisa mereka bawa saat berhadapan dengan Jerman di Allianz Arena.

Bek tengah Hongaria, Willi Orban bahkan menegaskan timnya tetap berkeinginan untuk membuat kejutan. Pertandingan melawan Jerman merupakan kesempatan besar yang tersedia, setelah Hongaria bisa menahan imbang Prancis.

“Kami ingin mencoba menulis cerita kami sendiri dan melihat permainan ini sebagai kesempatan besar untuk membuat tanda seru,” ujarnya.

Hongaria sendiri diperkuat empat pemain yang bermain di Bundesliga. Paling tidak ini menjadi salah satu modal penting bagi mereka. Dengan Peter Gulacsi (Leipzig), Willi Orban (Leipzig), Roland Sallai ( Freiburg) dan Adam Szalai (Mainz), Hongaria siap ‘meledak’ seperti Denmark.

Willi Orban sendiri, ayahnya seorang Hongaria, namun dirinya lahir dan besar di Jerman. Pemain ini bahkan hampir tidak bisa berbahasa Hongaria. Itulah sebabnya empat para pemain Bundesliga kebanyakan berbicara bahasa Jerman di antara mereka sendiri.

Pelatih Hongaria, Marco Rossi akhirnya lebih sering menggunakan bahasa Inggris untuk memberikan arahan tehnis pada timnya. Inilah uniknya Tim Hongaria, yang menghadapi tantangan besar dengan bergabungnya mereka di Grup F Euro 2020.

Hongaria juga punya Kapten Tim bernama Adam Szalai. Sebagai kapten, Adam selalu mendapatkan kesempatan menyampaikan sesuatu pada rekan-rekannya di kesempatan terakhir sebelum pertandingan. Sebelum pertandingan play-off yang menentukan melawan Islandia November lalu dan Hongaria menang 2-1, Adam melakukan tugas diluar lapangannya dengan hebat.

“Orang-orang kehilangan pekerjaan mereka, orang-orang berpenghasilan lebih sedikit. Ini tahun 2020 untuk mereka. Dalam 90 atau 120 menit kita bisa mengubah tahun ini! Orang Hungaria duduk di depan TV, mereka menonton pertandingan ini. Kita bisa melakukannya hari ini,” ujarnya kala itu.

Selanjutnya dalam nada berteriak, ia megobarkan semangat rekan-rekannya: “ Hari ini tidak ada kelelahan! Tidak satu untuk menggantung kepalanya! Hari ini saya ingin melihat bahwa kita adalah gladiator! Ayo pergi, Hongaria!,”

Menjelang pertandingan Vs Jerman, Tim Hongaria juga tidak berada di Munich jauh-jauh hari. Mereka memilih membuka camp latihan di Telki yang berjarak 45 menit berkendara dari Budapest. Ini adalah kawasan ladang dan hutan di sekitarnya.

Tim Hongaria disediakan hotel lengkap dengan kolam renang, meja bilyard, dart dan sepak bola meja. Asosiasi sepak bola Hongaria sengaja menempatkan para pemainnya jauh dari hiruk-pikuk kota. Mereka baru pergi ke Munich pada Selasa (22/6/2021) kemarin.

Pencetak Gol Hongaria ke gawang Prancis, Attila Fiola juga menjadi bagian tim yang dipersiapkan untuk mencoba meraih kejayaan. Bek sayap kiri ini bahkan mengaku tidak ingin menjadi pesepakbola profesional untuk waktu yang lama. Secepatnya ia ingin segera menjadi petugas pemadam kebakaran.

Melawan Jerman, tim Hongaria diperkirakan tetap tidak akan merubah strateginya seperti saat melawan Prancis. Bertahan sebaik mungkin dan mencoba mencuri gol lewat serangan balik dari celah yang muncul di pertahanan lawan.

Marco Rossi bahkan sudah menyatakan akan memainkan 5 pemain gelandang sebagai upaya meredam tekanan Jerman. Serangan Der Panzer harus bisa diredam sejak di bagian tengah lapangan.

“Pada dasarnya anda harus memuji seluruh tim, dan saya percaya diri, bahwa kami bertahan dengan baik melawan penyerang kelas dunia di dua pertandingan pertama. Itu juga akan menjadi kunci pertandingan melawan Jerman,” ujar Marco Rossi, penuh percaya diri.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: bild.de

 

Comments
Loading...