Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

2,56 Juta Pengangguran Muncul Akibat Pandemi, Kemnaker Galakkan Transformasi BLK

Plt Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Kemnaker, Fauziah saat membuka upgrading instruktur bidang keahlian otomotif di Kubota Semarang, Selasa (22/6/2021). (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Pandemi Covid-19 membuat angka pengangguran naik. Catatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terdapat 2,56 juta pengangguran akibat pandemi.

Plt Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Kemnaker Fauziah saat membuka upgrading instruktur bidang keahlian otomotif di Kubota Semarang, Selasa (22/6/2021) menyampaikan tentang meningkatnya angka pengangguran di Indonesia. Menurutnya hal ini dikarenakan imbas Covid-19.

Fauziah menjelaskan, kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 yakni sebanyak 138,22 juta orang, naik 2,36 juta orang dibanding Agustus 2019.

Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,24 persen poin. Menurut dia hal ini merupakan angin segar karena angkatan produktif di Indonesia semakin banyak.

Namun, ada hal yang menurut Fauziah harus disoroti. Utamanya karena saat ini masih pandemi Covid-19.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 menjadi sebesar 7,07 persen atau sekitar 9,77 juta orang. Jumlah ini meningkat 1,84 persen atau sekitar 2,67 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2019. Ini adalah tantangan utama kita saat ini,” katanya.

Fauziah melanjutkan, saat ini terdapat 29,12 juta orang atau 14,28 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Hal itu terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 2,56 juta orang.

Kemudian ada Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 0,76 juta orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 ada 1,77 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 24,03 juta orang.

Fauziah melanjutkan, untuk mendukung kebijakan presiden terkait peningkatan kualitas SDM Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan fokus mengembangkan kebijakan dan strategi pembangunan ketenagakerjaan.

Beberapa di antaranya hubungan industrial yang harmonis, penguatan collective bargaining, penyempurnaan peraturan ketenagakerjaan, peningkatan keahlian dan produktivitas tenaga kerja, peningkatan perlindungan tenaga kerja baik di dalam dan luar negeri, serta peningkatan peran daerah.

“Hal ini yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja dan iklim hubungan industrial yang kondusif dalam menghadapi pasar kerja fleksibel,” sambungnya.

Dia menambahkan, sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021 yang memiliki tema mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial, Kementerian Ketenagakerjaan mendukung hal itu.

Tujuannya yakni meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing sebagaimana tertuang dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Berdasarkan kondisi tersebut, saya telah menyusun inovasi yang terdiri dari sembilan lompatan. Tentu lompatan ini selaras dengan visi misi bapak presiden dan wakil presiden. Sehingga perlu segera diwujudkan secara terukur sesuai dengan tempo waktu yang ditargetkan,” ungkapnya.

Ada sembilan lompatam yang disusun. Yakni reformasi birokrasi, ekosistem digital siap kerja, transformasi BLK, dan link and match ketenagakerjaan.

Transformasi BLK (balai latihan kerja) menjadi salah satu langkah yang akan digalakkan. Ke depan BLK akan diklasifikasikan dalam tiga tipologi. Yakni BLK Pengembangan, BLK Pembinaan/Pemberdayaan, dan BLK Pelaksana.

Program transformasi BLK ini akan dimulai tahun ini hingga 2025 mendatang. Hasilnya nanti aka  ada satu BLK Pengembangan, 34 BLK Pembinaan/Pemberdayaan, dan 290 BLK pelaksana.

Kemudian ada transformasi kewirausahaan, pengembangan talenta muda, perluasan penempatan PMI, visi baru hubungan industrial, dan reformasi pengawasan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini kita terus tingkatkan sinergitas untuk menciptakan SDM yang kompeten, unggul serta berdaya saing demi Indonesia Maju,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...