Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemain ASTI Kudus Suplai Pemain ke Klub Bali, Untuk Piala Soeratin U17 dan Liga 3

Pemain ASTI Kudus berlatih di Stadion Wergu Wetan, Kudus belum lama ini.(MURIANEWS/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Akademi Sepak Bola Tugu Muda Indonesia (ASTI) Kudus menjalin kerjasama dengan klub Pro Kundalini FC, Denpasar, Bali. Kerjasama ini membuat beberapa pemain ASTI Kudus berkesempatan membela klub asal Bali tersebut di dua event kompetisi.

ASTI Kudus menyumbangkan 25 pemain junior untuk klub Pro Kundalini FC yang akan mengarungi Piala Soeratin U17 PSSI Bali. Sedangkan delapan pemain lainnya akan masuk ke skuad Pro Kundalini FC yang akan berlaga di Liga 3 Regional Bali.

“Tujuan kerjasama ini untuk kemajuan anak-anak bermain bola. Istilahnya menambah jam terbang. Kalau mainnya bagus nanti kan bisa dilirik klub besar juga,” kata Direktur Utama ASTI Kudus, Arif Budianto saat dihubungi MURIANEWS, Selasa (22/6/2021).

Arif Budianto menyampaikan sebanyak 25 pemain dari ASTI Kudus yang akan berlaga di Piala Soeratin U17 Bali itu ada di semua posisi. Mulai dari kiper, bek, gelandang, hingga penyerang.

Sedangkan untuk delapan penggawa ASTI Kudus yang akan berlaga di klub Pro Kundalini FC untuk Liga 3 Regional Bali, berposisi bek dan gelandang saja. Delapan pemain itu adalah Irhas Khoirul (Gelandang), Rudyansyah (Stopper), Nofri Mou Mou (Wing Back Kiri), dan M. Fahmi Wadi (Gelandang).

Kemudian Riezqo Alkautsar (Gelandang), Lukmansyah (Full Back Kanan), Ugroho (Wing Back Kanan), dan Bagas Adi Pangestu (Gelandang). Dalam waktu dekat mereka akan berada di Bali untuk melakukan persiapan lebih lanjut.

ASTI Kudus memilih bekerja sama dengan klub Bali didiasarkan beberapa alasan. Arif Budianto sendiri mengaku, selain klub asal Bali tersebut sebenarnya ada beberapa klub yang meminati anak asuhnya. Diantaranya klub asal Yogyakarta dan Kabupaten Pandeglang.

“Tapi akhirnya pilih Bali karena berbagai alasan. Pertama kompetisinya lebih kompetitif dan lebih cepat selesai. Kedua ada kemungkinan peluang juara yang lebih besar,” terangnya.

Nantinya, untuk pemain ASTI Kudus yang berlaga di Piala Soeratin U17 Bali akan langsung pulang ke Kudus seiring selesainya kompetisi. Sedangkan untuk delapan pemain yang berlaga di Liga 3 regional Bali ada kemungkinan tidak langsung pulang jika dilirik klub yang lebih besar.

“Harapan kami anak-anak bisa terus berkembang dan punya jam terbang yang tinggi serta terus mengukir prestasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala ASTI Kudus, Uphy Hi Azis mengatakan saat ini pelaksanaan Piala Soeratin U17 Bali masih menunggu kepastian. Termasuk dengan kompetisi Liga 3 Bali yang masih akan dirumuskan dalam Kongres PSSI Bali.

“Menunggu Liga 1 bergulir dulu. Kemudian untuk Piala Soeratin U17 Bali dan Liga 3 Bali masih menunggu juga dari Asprov PSSI Bali yang kabarnya baru akan kongres tanggal 4 Juli nanti,” katanya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...