Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pembelajaran Tatap Muka di Pati Masih Belum Jelas, Wali Murid Bingung

Bupati Pati Haryanto saat melakukan monitoring uji coba PTM, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Sudah dua tahun ajaran ini pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Pati sudah diganti jarak jauh melalui daring. Selama itu pula, wacana untuk pembukaan PTM masih belum ada kejelasan. Hal ini membuat sejumlah orang tua merasa bingung.

Mahrus Ali, salah seorang wali murid di salah satu sekolah swasta di Pati mengaku, selama pembelajaran daring yang dilakukan, sejauh ini tidak ada perubahan yang signifikan bagi anaknya. Bahkan terkait dengan pembelajaran, justru mengalami penurunan.

Di sisi lain, sebagai orang tua pihaknya tidak bisa full time mengawasi anaknya saat pembelajaran daring tersebut. Sehingga, dirinya khawatir apabila di sela pembelajara daring, justru ankanya membuka situs yang tidak diperbolehkan.

“Sebelum ada pembelajaran daring, anak saya pinjami HP seperlunya saja. Tapi kalau sekolah daring seperti ini, saya membelikannya. Tapi setelah saya lihat, aktivitasnya malah sibuk bermain game. Kadang membuka hal-hal yang tidak pentng bagi seorang pelajar,” katanya, Selasa (22/6/2021).

Dirinya berharap, pemerintah segera mengambil kebijakan terkait sistem pembelajaran yang saat ini dilakukan. Apalagi, keluhan Mahrus ini, diakui tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Bahkan sebagian besar wali murid mempunyai keluhan yang sama.

“Pas nonton berita, ada informasi pembelajaran tatap muka mulai Juli tahun ini. Waktu itu saya sebagai orang tua sangat senang. Tapi semakin mendekati, kok belum ada kabar lagi,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Pati tidak mau ambil risiko, terkait dengan PTM di sekolah-sekolah. Untuk mencegah dan melindungi peserta didik dari paparan Covid-19, rencana PTM di awal Juli mendatang rencananya akan ditunda lebih dulu.

Bupati Pati Haryanto menyebut, penundaan itu semata-mata mempertimbangkan kondisi yang ada. Dia memastikan akan kembali melakukan peninjauan bila kondisi telah normal kembali.

Bupati juga memastikan akan memberi kesempatan bilamana penyebaran Covid-19 cukup aman.

“Terlebih tak hanya orang dewasa, anak belasan tahun pun sudah ada yang terpapar Covid-19 dan menjadi korban,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...