Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perkataan ’Istrimu Enak Tidak Rasanya’ Jadi Penyebab Anak Jalanan di Kudus Dihabisi Temannya Sendiri

Kedua tersangka pembunuhan menjawab pertanyaan wartawan di Mapolres Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Polres Kudus telah berhasil meringkus Ogik Sugiarto alias OS (23) dan Tri Setiyono (20) pelaku pembuhan seorang pria yang ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di sebuah pekarangan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Kedua tersangka, berhasil diringkus di sebuah rumah kosong di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak pada Jumat (18/6/2021) malam.

Korban diketahui bernama Muhammad Manpalufi warga Desa Tembang Jambi, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Keseharian korban dan pelaku merupakan anak jalanan yang sering berkumpul dan mengamen.

Salah seorang tersangka OS mengaku, sudah mengenal korban semenjak tiga tahun lalu. Dirinya dan TS tega mengroyok temannya sendiri hingga tewas, lantaran merasa sakit hati atas ucapan yang dilontarkan korban saat mereka tengah minum-minuman keras.

“Dia (korban) menghina saya, ‘Itu istrimu enak tidak rasanya’,” ucap OS menirukan perkataan korban saat ditanya awak media ketika konferensi pers di Mapolres Kudus, Selasa (22/6/2021).

Saat itu, lanjut OS, mereka tengah dalam kondisi mabuk. Karena merasa dihina, dirinya dan TS mengroyok dan memukuli korban hingga terkapar. Meski demikian OS menyebut, tak berniat membunuh korban.

“Saya merasa sakit hati, tapi tidak ada niatan ngebunuh dia (korban) terus kroyok berdua, saya pukuli pakai kayu, terus saya pukulin,” jelasnya.

Baca: Jenazah Membusuk di Jepang Kudus Sempat Dianggap Hanya Pingsan, Dua Pelaku Tidur di Sebelahnya Semalaman

Menurutnya, awalnya dirinya tidak mengetahui jika korban saat itu sudah meninggal dunia. OS pun mengaku menyesal telah membunuh temannya sendiri.

“Malam harinya saya tidak tahu kalau sudah meninggal, saya kira pingsan. Setelah tahu saya lari, ” ucapnya.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menyebut, motif pelaku melakukan pengeroyokan hingga mengakibatkan temanya terbunuh memang lantaran merasa sakit hati. Saat itu mereka juga tengah dalam pengaruh minuman keras.

“Motif pelaku pada saat itu setelah mereka minum-minuman keras, kemudian korban mengeluarkan kata-kata yang kurang pas terhadap kedua pelaku. Sehingga terjadi cek-cok hingga pengreyokan dan pemukulan hingga korban terkapar,” tandasnya.

Atas perbuatanya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP subsider pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...