Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tahu Positif Covid, Warga Sukamaju Depok Malah Gelar Hajatan

Ilustrasi Corona. (Freepik)

MURIANEWS, Depok – Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat saat ini menjadi perhatian publik. Hal ini seiring dengan aksi sejumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid namun enggan melakukan isolasi mandiri.

Para warga tersebut diketahui tetap bersosialisasi seperti biasa walaupun sudah tahu mereka positif Covid. Ironisnya, ada juga yang nekat menggelar hajatan pernikahan dan dihadiri banyak orang.

Ketua RT 2 RW 4 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, Tuwin, membenarkan ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak 14 Juni 2021, namun baru melapor pada hari ini, Senin (21/6/2021). Warga tersebut juga diketahui menyelenggarakan hajatan pernikahan.

“Saya juga bingung, kemarin katanya habis di-uap di RS HGA, kok tetap hajatan,” kata Tuwin seperti dilansir Detik.com, Senin (21/6/2021).

Tuwi mengaku tidak mengetahui alasan warga tersebut tidak melaporkan dirinya telah terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal, warga tersebut diketahui sempat merasakan gejala sejak tanggal 5 Juni.

Pihaknya pun mengakui, yang bersangkutan tahu kalau dirinya sangat berpotensi terpapar Covid dengan gejala tersebut. Karena itu spesimennya oleh RS Hasanah Graha Afiah (HGA) pada 12 Juni.

Meski begitu, Tuwin mengakui RS HGA baru mengeluarkan hasil tes konfirmasi positif Covid-19 terhadap warga tersebut pada tanggal 14 Juni 2021. Padahal warga tersebut diketahui menyelenggarakan acara pernikahan pada 12 Juni 2021 di lingkungan rumah.

Dengan demikian, sudah tujuh hari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut tidak melakukan isolasi mandiri dan bersosialisasi seperti biasa, atau 16 hari setelah munculnya gejala.

Dia mengaku telah melaporkan persoalan kasus Covid-19 ini ke puskesmas terdekat untuk diambil tindakan selanjutnya. Namun, menurutnya, hingga kini belum ada langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Depok untuk menyetop penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan tersebut.

“Pak RW bilang katanya sudah lapor ke kelurahan, supaya diteruskan ke Kantor Wali Kota, tapi belum ada tindakan,” ucapnya.

Tuwin menyampaikan di wilayah RT-nya sedikitnya sudah ada empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara di lingkungan RW 3, yang membawahi enam RT, setidaknya lebih dari 30 orang positif Covid-19, satu orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan kasus Covid-19 yang warganya tidak isolasi mandiri bahkan hingga menggelar hajatan tersebut.

“Baik,” jawab Novarita singkat.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...