Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

94 Warga Ngawi Keracunan Makanan Hajatan, Berasal dari Dua Desa

Warga yang keracunan setelah makan nasi hajatan dirawat di Puskesmas Padas, Ngawi, Senin (21/6/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

MURIANEWS, Ngawi – Sebanyak 94 warga di Kabupaten Ngawi keracunan makanan usai menyantap makanan dari hajatan, Minggu (20/6/2021) siang. Dari jumlah itu, delapan orang di antaranya dirawat di Puskesmas Padas, Senin (21/6/2021)

Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan pasien yang dirawat Minggu (20/6/2021). Sebelumnya warga yang dirawat hanya tujuh orang sedangkan untuk warga yang mengalami keracunan sebelumnya hanya 43 orang.

Kepala Puskesmas Padas, Zain Ratna Priyanto mengatakan, total warga yang mengalami keracunan makanan hajatan ada 49 orang. Rinciannya 45 orang dari Desa Sukowiyono dan empat orang dari warga Desa Lego Kulon, Kecamatan Kasreman, Ngawi.

“Untuk yang rawat inap di Puskesmas ada delapan orang. Sedangkan yang lain itu kondisinya sudah membaik,” kata dia seperti dikutip Solopos.com.

Zain menuturkan warga ini mendapat makanan berupa nasi kotak dari tetangganya yang hajatan syukuran tiga bulan kelahiran anak. Warga menyantap nasi kotak itu pada Minggu (20/6/2021) siang. Namun, puluhan warga mulai mengalami gejala keracunan makanan hajatan pada Senin dini hari.

“Gejala yang dialami seperti muntah, mules, diare. Setelah merasakan gejala itu, mereka kemudian dibawa ke Puskesmas untuk menjalani perawatan,” jelasnya.

Dugaan kuat keracunan ini bersumber dari makanan nasi kotak hajatan syukuran tiga bulan kelahiran bayi itu. Dimungkinkan makanan itu kurang bersih dan ada bakterinya.

“Ini keracunan pencernaan. Mungkin makanannya kurang bersih. Bisa banyak faktor. Bisa saja ada bakterinya,” jelas dia.

Seorang warga yang keracunan makanan hajatan, Samiyun, 37, mengatakan baru merasakan gejala mual dan demam pada Senin sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, dia tidak merasakan gejala apapun.

Dia menuturkan nasi kotak hajatan tersebut dimakan bersama istrinya. Namun, yang memakan lebih banyak istrinya. Pada Senin dini hari, istrinya kemudian mengalami gejala keracunan. Kemudian dibawa ke Puskesmas Padas.

“Tadi saya di sini nunggu istri saya. Tiba-tiba tadi saya merasa mual dan demam. Mungkin karena saya makan sedikit, jadi gejalanya baru terasa,” terangnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...