Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OPINI

Urgensi Kerjasama Guru dan Orang Tua dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid – 19

Heny Sumiyati *)

DUNIA pendidikan tidak boleh menghentikan segala bentuk aktivitas dalam kondisi apapun. Mengingat generasi muda, anak – anak bangsa sebagai asset bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini.

Oleh karena itu dalam kondisi apapun pendidikan harus tetap berlanjut agar anak – anak dapat mengembangkan potensi yang dimiiki. Kondisi pandemic Covid – 19 merupakan tantangan yang sangat berat.

Satu sisi semua pihak harus memutus rantai penyebaran Covid – 19 agar kondisi tetap kondusif. Di sisi lain, target pendidikan kita harus mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Solusi yang diambil untuk membijaksanai keadaan seperti ini, maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan surat edaran No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid – 19.

Aturan – aturan yang sudah ditetapkan olek Kemendikbud harus menjadi pedoman dalam penyelenggaraan belajar dari rumah (daring).

Pelaksanaan pembelajaran dari rumah menggunakan metode dan media pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Media pembelajaran jauh secara luring dilakukan melalui program siaran televisi nasional; radio; modul belajar madiri dan lembar kerja; alat peraga dari benda dan lingkungan sekitarnya; serta bahan ajar cetak.  Sedangkan media pembelajaran jarak jauh (daring) terdapat dua puluh tiga laman yang dianjurkan oleh Kemendikbud untuk diakses oleh peserta didik sebagai sumber belajar.

Tujuan pelaksanaan belajar dari rumah adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid – 19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk darurat Covid – 19, mencegah penyebaran dan penularan Covid – 19 di satuan pendidikan serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

Saat ini yang lebih diutamakan adalah memutus mata rantai Covid – 19 dengan kondisi semaksimal mungkin namun pelayanan pendidikan tetap terpenuhi. Keselamatan dan kesehatan lahir batin dari seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah.

Penyelenggaraan pendidikan secara online menuntut kerjasama guru dan orang tua murid dalam rangka terciptanya suasana pembelajaran online yang kondusif agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk melaksanakan sistem pembelajaran daring tidaklah mudah. Sebab, kerjasama guru dan orang tua sangat dibutuhkan. Dimana kedua belah pihak harus saling memahami, menghormati, mengenal, serta dapat mendukung satu sama lain untuk mencapai pembelajaran dengan baik.

Namun, hal ini akan mengalami kesulitan apabila kedua orang tua bekerja dan tidak dapat membimbing anaknya dalam mengikuti pembelajaran daring karena guru sebagai pendidik tidak dapat memantau secara langsung aktivitas keseharian para peserta didik di rumah. Maka orang tua sangat memiliki peran yang dibutuhkan dalam membantu dan menyukseskan proses pembelajaran daring saat ini.

Di sini akan saya sampaikan peranan guru dalam pembelajaran daring. Peran guru sangat berpengaruh terhadap terciptanya pembelajaran daring yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, guru harus mampu :

1. Memanfaatkan teknologi

Guru dituntut untuk mampu menggunakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapatkan dari berbagai media pembelajaran online. Misalnya dapat mengunduh materi dari halaman yang telah disediakan oleh Kemendikbud atau dari referensi lain yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang akan disampaian, membuat presentasi menggunakan video konferensi, membuat whattsaps grup, google formulir, dan lain – lain dengan tujuan agar peserta didik dapat lebih mudah menerima materi yang disampaikan secara efektif dan efisien.

2. Materi Pembelajaran Terencana dan Efektif

Sebelum guru menyampaikan materi pembelajaran lewat daring, guru harus melakukan perencanaan pembelajaran yang efektif dan efesien dari segi waktu. Sehingga langkah – langkah pembelajaran harus diatur secara detail untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lbih baik. Guru dan peserta didik dapat menentukan tujuan pembelajaran, waktu, dan memilih materi dengan langkah – langkah yang tepat dan akurat. Dengan adanya kesepakatan antara guru dengan peserta didik, maka pembelajaran ini akan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

3. Menyatukan Persepsi dan Konsentrasi Peserta Didik

Dalam hal ini, guru memiliki peran sebagai motivator, fasilitator, komunikator, dan apresiator. Karena kondisi yang berbeda antara peserta didik yang satu dengan lainnya, maka guru harus bisa menjadi motivator agar peserta didik termotivasi untuk sungguh – sungguh dalam mengikuti pembelajaran daring ini.

Guru sebagai fasilitator harus mampu memfasilitasi kepada peserta didik yang kemungkinan memiliki kendala – kendala atau mengalami kesulitan di dalam mengikuti pembelajaran daring disesuaikan dengan tungkat kemampuan peerta didik.

Guru sebagai komunikator harus mampu mengkomunikasikan segala permasalahan pembelajaran yang dihadapi peserta didik. Guru bertugas mengomunikasikan murid dengan berbagai sumber belajar. Antara lain memberikan informasi mengenai buku sumber yang digunakan, tempat belajar yang kondusif, bahkan mungkin sampai menginformasikan narasumber lain yang ditugasi jika diperlukan.

Sedangkan guru sebagai apresiator hendaknya tidak hanya sekedar mementingkan nilai akademis, tetapi juga mengapresiasi usaha siswanya. Sebagai seorang pengajar, menilai siswa dari segi akademis memang penting, namun juga perlu diingat bahwa menghargai kebaikan yang dilakukan siswa juga sangat perlu.

Cara sederhana yang dapat dilakukan yaitu dengan mengapresiasi usaha siswa tanpa selalu membandingkan dengan nilai yang didapatkan. Misalnya dengan memberikan pujian bagi siswa yang merespon dengan cepat pertanyaan dari guru, rajin mengerjakan tugas tepat waktu, atau bersikap baik dan sopan selama pembelajaran daring.

4. Guru Menguatkan Karakter Peserta Didik

Pembelajaran daring dengan tatap muka sangatlah berbeda. Walaupun demikian, karekter peserta didik harus tetap dibentuk dengan cara menyampaikan pesan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang tangguh terutama dalam masa pandemi ini. Sebab, penyebaan covid – 19 memberikan pengaruh yang sangat besar baik secara fisik maupun mental semua orang, terutama peserta didik.

Maka peserta didik harus selalu diberikan motivasi untuk dapat beradaptasi terhadap hal – hal baru yang berkaitan dengan upaya pencegahan penularan virus covid – 19. Peserta didik harus selalu menaati protokol kesehatan dengan cara memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Pola hidup sehat harus selalu diterapkan dengan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan di air yang mengalir, makan makanan yang bergizi, istirahat cukup, dan hidup teratur.

Selain peran guru, peran orang tua juga sangat berpengaruh terhadap keberhasian pembelajaran daring. Adapun peran orang tua dalam hal ini antara lain :

5. Membuat Jadwal Belajar Anak

Situasi belajar di rumah sangat berbeda saat belajar di sekolahan, apalagi dalam kondisi pembelajaran daring ini orang tua harus membuatkan jadwal sebagai rencana target belajar anak. Pembuatan jadwal ini harus realistis yang dibuat oleh orang tua dengan kesepakatan anak.

Karena pembelajaran daring banyak kendala yang dihadapi. Misalnya adanya saudara yang mengganggu kegiatan belajar, sarana dan prasarana belajar daring yang tersedia kurang mumpuni, serta menyesuaikan jadwal orang tua dalam mendampingi anak.

Kebanyakan, orang tua memiliki aktivitas yang harus dipenuhi dalam rangka pekerjaan atau mencari nafkah. Orang tua harus memiliki waktu untuk mendampingi anak dalam pembelajaran daring agar anak lenih terarah dan mendapatkan hasil yang maksimal.

6. Menjalankan Kebiasaan yang Sama dan Mengajarkan Tanggung Jawab

Walaupun pembelajaran daring belangsung di rumah, orang tua harus mampu menciptakan kebiasaan – kebiasaan yang sama seperti ketika anak melakukan pembelajaran di sekolah. Orang tua harus mengupayakan anak – anak menjalankan rutinitas harian yang sama dengan ketika belajar di sekolah.

Anak – anak harus tetap bangun pagi, mandi, sarapan, berpakaian rapi, dan melakukan kegiatan belajar secara daring. Setalah rutinitas harian itu telah selesai, maka anak baru diperbolehkan untuk bermain.

Orang tua juga harus membatasi kepada anak – anak dalam menggunakan telepon genggam sebagai sarana pembelajaran daring. Terkadang banyak orang tua yang lepas control dalam memberikan gadget ke anak. Sehingga anak tidak merasa lebih aman, nyaman, dan tidak cemas terhadap perubahan situasi belajar yang ada.

7. Memiliki Jiwa yang Sabar

Mengajari anak belajar di rumah saat daring membutuhkan kesabaran yang ekstra. Bimbinglah anak – anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang agar anak merasa nyaman dan aman dengan situasi belajar di rumah terutama pada masa pandemi.

Sebagai orang tua, kita harus tau apa kemauan anak sehingga kita mudah mengarahkan anak dalam belajar tanpa harus dipaksa ataupun ditekan sehingga membebani mentalitas anak.

8. Dapat memanfaatkan Aplikasi

Sebagai orang tua kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman dan kecanggihan teknologi. Terlebih dengan adanya pandemi covid – 19 yang mengaharuskan anak belajar secara daring dengan menggunakan berbagai macam aplikasi yang telah ditentukan dari pihak sekolah.

Namun, tidak menutup kemungkinan orang tua dapat menyajikan materi pembelajaran melalui video – video animasi visual dan auditori yang lebih menyenangkan dalam proses pembelajara anak – anak karena anak akan lebih tertarik pada video animasi daripada pembelajaran secara konvensional.

9. Mengamati Kekuatan dan Kelemahan Anak

Dalam hal ini orang tua dituntut untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki anak, agar materi pembelajaran mudah diterima oleh anak. Orang tua harus mampu memanfaatkan media pembelajaran di rumah sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh anak. Dengan demikian anak akan lebih measa aman dan senang sehingga memudahkan mereka dalam menyerap materi pembelajaran.

 

*) Jurusan Management Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Iain Kudus

Comments
Loading...