Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banyak Lulusan SMK Nganggur, Disnaker Kudus Sosialisasikan Peluang

Disnaker Perinkop dan UKM Kudus menggelar sosialisasi peluang kerja bagi lulusan SMK/sederajat. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM Kabupaten Kudus menyosialisasikan peluang kerja bagi lulusan SMA/sederajat termasuk SMK. Ini dilakukan lantaran angka pengangguran lulusan SMK cukup tinggi, sementara lulusan yang melanjutkan kuliah hanya sekitar 20 persen.

Senin (21/6/2021) hari ini, sosialisasi menggandeng SMK NU yang ada di Kudus. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di MA NU Hasyim Asy’ari 3, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus diikuti beberapa SMK NU di Kudus.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan lowongan kerja. Sebab, saat ini masih ditemui lulusan SMA/sederajat yang kesulitan mencari kerja.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, persoalan peluang kerja bagi lulusan SMK sederajat yang kesulitan mencari kerja harus ada solusi. Sebab, menurut dia hal itu berkaitan dengan jumlah pengangguran di Kudus.

“Kegiatan sosialisasi ini untuk memberikan peluang kerja bagi lulusan SMK sederajat yang belum mampu kuliah agar bisa bekerja. Supaya angka pengangguran bisa ditekan,” terangnya.

Menurut Rini, penanganan pengangguran penting karena bisa menekan laju inflasi. Rini menambahkan ketika angka pengangguran bisa tekan, secara tidak langsung inflasi bisa ditekan.

“Langkah kami selanjutnya mengundang APINDO terkait info bursa kerja. Kemudian kami juga berencana ada MoU antara SMA, SMK, dan MA yang ada di Kudus dengan perusahaan-perusahaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Pendidikan Ma’arif NU (BPPMNU) Hasyim Asy’ari Kudus, Wiyono mengaku pengangguran lulusan SMK sederajat tergolong tinggi. Selain itu yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bisa dihitung persentasenya.

“Lulusan SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya 20 persen. Kami berharap ke Apindo dan perusahaan baik PT maupun outsourcing agar bisa menampung lulusan SMK sederajat untuk bekerja,” terangnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...