Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keruk Cashback J&T Secara Curang, Pria di Pati Ini Ngaku Awalnya Hanya Iseng

Mi saat ditanyai Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat tentang modusnya mengeruk keuntungan dari cashback J&T. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – MI warga Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, berhasil mengeruk Rp 50 juta dari program cashback J&T dengan cara curang. Aksi yang dilakukan MI juga membuat perusahaan ekspedisi itu rugi ratusan juta rupiah.

Modus yang digunakannya dengan mengubah alamat toko onlinenya dari Pati ke Tuban dan Kediri, di mana di daerah itu terdapat promo yang digelar marketplace Bukalapak. Itu diakui MI awalnya hanya iseng semata.

“Awalnya hanya iseng. Belajar otodidak menggunakan kompuetr dan handphone,” kata MI yang kini telah ditetapkan jadi tersangka oleh Polres Pati ini.

Kali pertama, dia melakukan uji coba atas program gratis ongkos kirim (ongkir) lokal yang diadakan oleh Bukalapak.

Setelah mengecap hasilnya, pria ini memutar otaknya agar mendapatkan program gratis ongkir lebih banyak. Caranya adalah dengan membuat lima akun palsu dengan alamat yang fiktif.

Program gratis ongkir tersebut, rupanya memang ada di beberapa daerah, terutama di Tuban dan Kediri, Jawa Timur pada Januari 2020 lalu.

Tersangka pun mulai melancarkan aksinya. Lima akun yang dimilikinya itu, salah satu di antaranya menggunakan nama akun toko online Rumah Herbal Pati (RHP).

Namun, toko online tersebut hanya menjual kebutuhan sehari-hari seperti sampo, sabun, kopi dan detergen. Barang yang dijualnya pun dengan harga yang tidak wajar, seperti satu produk dijual dengan harga Rp 100.

Barang yang ia jual kemudian dibeli sendiri menggunakan akun fiktif dengan mengalamatkan di dua daerah tersebut.

“Barang-barang itu saya jual menggunakan akun RHP, tapi saya beli sendiri dengan akun milik saya yang lain. Alamatnya fiktif semua,” kata MI saat ditanya Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat, Jumat (18/6/2021) kemarin.

Merasa sudah bisa mengoperasikan cara mendapatkan gratis ongkir dari Bukalapak tersebut, tersangka pun mencari cara lain untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Rupanya, dia mendapatkan informasi bahwa jasa ekspedisi J&T juga mempunyai program cashback 15 persen bagi member VIP.

Tak lama kemudian, dia pun datang ke area drop point J&T Tayu di Desa Jepat Lor, Pati, untuk menanyakan cara menjadi member VIP J&T. setelah mendapatkan informasi, dia pun mendaftarkan diri agar bisa menjadi member VIP J&T tersebut.

”Saya tanyakan ke pihak J&T untuk proses pengirimannya. Saya daftar member VIP,” ujarnya.

Baca: Pria di Pati Ini Bikin Rugi J&T Ratusan Juta dari Aksi Curang di Marketplace, Kini Meringkuk di Penjara

Setelah menjadi member VIP tersebut, ia pun langsung melancarkan aksinya dengan menjual barang kebutuhan harian itu. Kemudian dia membelinya sendiri dengan akun palsu.

Kemudian untuk mendapatkan gratis ongkir, dia pun memindah-mindah alamat toko penjualan ke luar daerah, yakni di Kediri dan Tuban.

Selama satu bulan, ia berhasil melakukan pengiriman sebanyak 13 ribu kali. Hal itu dibuktikan dengan adanya resi pengiriman dari J&T yang totalnya sama dengan total pengiriman tersangka.

Sementara kurir J&T, setiap mengantar pesanan, barang tidak pernah sampai lantaran alamatnya tidak ada atau fiktif.

Dari aksinya itu, MI kini harus mendekam di sel tahanan dan diproses secara hukum setelah dilaporkan oleh pihak J&T dan Bukalapak.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...