Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Viral Matahari Terbit dari Utara, Begini Penjelasan BMKG

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Jakarta — Sebuah video yang memperlihatkan matahari terbit dari utara viral di media sosial. Fenomena tersebut bahkan dikaitkan dengan kemungkinan hari kiamat yang akan segera tiba. Hal ini lantaran, matahari pada umumnya terbit dari timur.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, video tersebut direkam dari wilayah Sulawesi Selatan. Dalam rekaman video tersebut, sang perekam mengarahkan kamera ke arah matahari.

Ia juga menyebut rekaman tersebut diambil pada pagi hari sekitar pukul 08.00, Kamis (18/6/2021). Perekam juga menunjukkan lokasi masjid yang menurutnya merupakan petunjuk arah sebelah timur.

Lalu ia menghubungkan kejadian itu dengan sebuah hadis yang menyebut salah satu tanda kiamat yaitu Matahari yang terbit dari barat.

“Jadi ini kalau kita sebagai orang beriman selaku orang muslim di mana kita biasa dengar ada peringatan dari Rasulluloh Muhammad SAW, salah satu tanda kiamat adalah jika matahari terbit di barat dan tenggelam di sebelah timur. Sepertinya dengan situasi pagi ini merupakan suatu isyarat matahari akan terbit di sebelah barat karena sekarang sudah berada di utara,” sebutnya dalam video itu.

Menanggapi hal tersebut, Siswanto Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG menjelaskan peristiwa itu terkait dengan gerak semu tahunan matahari (GSTM).

Terdapat dua jenis gerak semu Matahari, yakni GSM tahunan dan harian. Gerak semu tahunan Matahari menyebabkan pergantian musim seperti telah dijelaskan sebelumnya. Sementara gerak semu harian Matahari (GSHM) mengakibatkan adanya pergantian siang dan malam di planet Bumi.

Pergerakan ini dikatakan semu sebab bagi pengamat di Bumi yang tampak bergerak adalah Matahari. Padahal kenyataannya, “pergerakan” Matahari yang nampak oleh pengamat di Bumi terjadi akibat gerak Bumi terhadap Matahari. Gerak rotasi Bumi menyebabkan GSM harian, sementara revolusi Bumi menyebabkan GSM tahunan.

GSTM membuat Matahari tidak selalu tepat terbit di arah timur, tapi seolah-olah terbit semakin ke utara atau ke selatan tergantung bulan tertentu.

Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan GSTM sendiri disebabkan revolusi bumi, yaitu gerak putar bumi pada orbitnya mengelilingi Matahari. Namun, poros Bumi ketika mengelilingi Matahari tidak tegak lurus, melainkan miring 23,5 derajat.

Sehingga, menyebabkan gerak semu seolah-olah Matahari bergerak lebih ke utara atau selatan, terutama jika diamati dari khatulistiwa seperti dari kawasan Indonesia.

“Pada 22 Desember-21 Juni matahari seolah-olah bergeser ke belahan Bumi utara dan pada 22 Juni-21 Desember matahari seolah bergerak ke arah belahan Bumi selatan. Ini juga yang menyebabkan kadang-kadang seolah-olah Matahari terbit seperti dari arah agak utara atau selatan,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...