Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria di Pati Ini Bikin Rugi J&T Ratusan Juta dari Aksi Curang di Marketplace, Kini Meringkuk di Penjara

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat menunjukkan barang bukti dan tersangka penipuan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Seorang pria berinisial MI warga Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, harus mendekam di penjara. Ia diketahui telah melakukan penipuan dan kecurangan dengan modus mengubah alamat toko di marketplace Bukalapak yang sedinaya berada di Pati, diubah berada di wilayah Tuban, dan Kediri, Jawa Timur.

Alhasil aksi pria ini membuat jasa ekspedisi J&T mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat mengatakan, mulanya kasus tersebut diketahui oleh pihak audit internal dari J&T dan Bukalapak.

Hasil audit tersebut, pada awal Januari 2020 diketahui jika terdapat selisih biaya pengiriman yang dikalim oleh pihak J&T kepada pihak Bukalapak. Pihak J&T melakukan klaim ke pihak Bukalapak dengan jumlah sebesar Rp 350 juta atas jasa ekspedisi yang dilakukan dari akun tersangka.

Namun, dari sistem Bukalapak sendiri, tercatat hanya ada sekitar Rp 103 juta untuk tagihan ke J&T selama kurun waktu bulan Januari 2020 untuk akun milik tersangka. Sehingga dalam catatan tersebut terjadi selisih hingga Rp 245 juta.

Dari situlah proses penyelidikan dilakukan. Tersangka diduga melakukan perubahan toko online yang semula di wilayah Pati menjadi di wilayah Kabupaten Kediri dan Tuban dengan alamat fiktif.

Tersangka sengaja mengubah alamat toko onlinenya ke Kediri dan Tuban, lantaran di daerah ini ada program gratis ongkir untuk pengiriman lokal dari Bukalapak.

Toko online itu kemudian dipergunakannya untuk jualan barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun, sampo, kopi, teh celup dan detergen. Harganya pun tak normal. Sebungkus kopi hanya dihargai Rp 100.

“Tersangka kemudian membuat akun palsu lainnya dengan alamat juga di Kabupaten Kediri dan Tuban. Akun itu digunakan untuk membeli barang-barang yang dijualnya sendiri. Karena di sistem tercatat satu daerah, maka mendapatkan gratis ongkos kirim dan yang menanggung yakni Bukalapak,” jelasnya.

Tak tanggung-tanggung, dalam sebulan, tersangka telah membuat 13 ribu resi pengiriman yang bermasalah tersebut. Tak berhenti di sana, tersangka juga membuat lima akun VIP dalam menjalankan aksinya tersebut.

“Namun pengiriman tidak dilakukan dari Tuban ataupun Kediri melainkan lewat area drop point jalan Pati-Tayu tepatnya di Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu. Dengan adanya perbedaan alamat pengiriman riil ke Tuban atau Tayu itulah yang membuat selisih di antara Bukalapak dan J&T,” ujarnya.

Baca: Keruk Cashback J&T Secara Curang, Pria di Pati Ini Ngaku Awalnya Hanya Iseng

Serangkaian aksi yang dilakukan tersangka itu rupanya untuk mengejar cash back dari J&T sebesar 15 persen dari total pengiriman satu bulan, lantaran telah memiliki member VIP.

Dari aksi curangnya itu, tersangka tercatat mampu melakukan pengiriman dengan nilai mencapai Rp 350 juta. Sehingga yang bersangkutan akhirnya mendapatkan cashback sebesar Rp 50 juta.

Sehingga kerugian yang diderita J&T pun cukup besar, yakni Rp 245 juta yang tak bisa diklaimkan ke Bukalapak dan Rp 50 juta cashback yang diberikan kepada tersangka.

“Setelah kami mendapatkan laporan tersebut, personel segera bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka,” terangnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 51 junto pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp 12 miliar.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...