Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lagi, 34 Spesimen Covid-19 Asal Kudus Positif Varian Delta

Bupati Kudus HM Hartopo. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menerima hasil uji lab Whole Genome Sequencing (WGS) dari spesimenCovid-19 asal Kabupaten Kudus yang diambil pada tanggal 20 Mei 2021 lalu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.

Hasilnya, dari 34 sampel yang dikirim, keseluruhannya dinyatakan terpapar virus Covid-19 B.1.6.1.7.2 atau varian Delta dari India. Bupati Kudus HM Hartopo mengonfirmasi hal tersebut.

“Sebelumnya kan dari rumah sakit mengambil sampel dan hasilnya dari 34 ada 28 yang kena (varian delta), nah ini tanggal 20 kemarin dari DKK mengirim 34 hasilnya seratus persen (varian delta),” ujar Hartopo, Jumat (18/6/2021).

Walau demikian, pihak pemkab belum menerima data lengkap dari 34 spesimen Covid-19 yang diuji lab WGS tersebut.

“Kalau sudah diterima kan kami bisa melakukan pelacakan, kami bisa menanyakan dari mana, ketemu siapa, kamu kerjanya di mana, apa kemarin ada saudara yang kerja di India atau di mana dan pulang,” kata Hartopo.

Pihaknya pun cukup heran dengan adanya varian delta di Kabupaten Kudus. Mengingat Kudus sendiri tak dekat dengan bandara maupun pelabuhan.

“Makanya Kudus yang dianggap sebagai tersangka kan ya masih tanda tanya, ini sebetulnya yang jadi tersangka dulu siapa, apa memang Kudus yang melonjaknya lebih awal hingga tesnya diambil dulu sedang daerah lain belum, atau bagaimana,” katanya.

Walau demikian, pihaknya memastikan tak akan mempermasalahkan itu dan akan fokus pada penanganan Covid-19 di daerahnya. “Biar jadi motifasi kita saja, bagaimana kita bisa menurunkan angka Covid-19 di Kabupaten Kudus ini,” jelas dia.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo menyampaikan kondisi saat ini, varian delta memang telah terindikasi berada di Kabupaten Kudus. Namun, belum tentu juga varian tersebut juga yang membuat ledakan Covid-19 di Kabupaten Kudus pasca lebaran kemarin.

Badai mengatakan, masih ada kemungkinan banyak orang terpapar karena maraknya kerumunan yang terjadi sebelum maupun setelah Lebaran. Kondisi tersebut juga diperparah dengan kondisi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...