Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Begini Cara Sukun Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia dan Masyarakat Kudus

Antrean vaksinasi di Klinik Pratama Sukun Grup dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sukun Grup menjadi salah satu perusahaan di Kabupaten Kudus yang turut menyelenggarakan vaksinasi Covid-19. Sasarannya warga lanjut usia (lansia), pelayanan publik, maupun masyarakat umum.

Jika ditotal, sasaran target vaksinasi di tiga kategori tersebut berada di angka sekitar 13.800 orang. Prosesnya pun telah berjalan sejak April 2021 lalu. Di mana saat itu, target awalnya adalah kaum lansia.

Vaksinnya sendiri berjenis Sinovac dan langsung didrop dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pada klinik kesehatan mereka, yakni Klinik Pratama Sukun Grup (KPSG).

“Kami saat itu cukup kesulitan mengumpulkan sekitar 1.500 lansia yang mau divaksin. Kami sampai harus merogoh kocek untuk membujuk mereka, sebagai pancingan dan akhirnya mau,” ucap Kepala Klinik KPSG Sunaryo Gana, usai peninjauan vaksinasi oleh Kapolri dan Panglima TNI, Kamis (17/6/2021) sore.

Tiap lansia yang mau divaksin, kata dia, diberi ongkos pengganti transport sebesar Rp 50 ribu.

“Itu saja tidak mudah, harus dipaksa dahulu, hingga akhirnya, banyak dari lansia yang telah divaksin merasakan jika badannya tidak bermasalah usai divaksin. Sehingga vaksinasi kemudian berjalan ke pelayanan publik dan saat ini ke masyarakat umum,” kata dia.

Dari kiri ke kanan: Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala BNPB Ganip Warsito, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai meninjau vaksinasi di KPSG, Kamis (17/6/2021) sore. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Untuk hari ini sendiri, lanjut dia, target vaksinasi bagi masyarakat umum yang dilakukan KPSG berada di angka 1.300 orang. Namun jika melihat animo masyarakat, hal tersebut sangat bisa tercapai.

“Asal masyarakat mau aktif dan mau mendukung serta tidak termakan berita hoaks saya yakin bisa tercapai target-target vaksinasi itu. Saat ini masyarakat antusias sekali,” ujar dia.

Sunaryo menambahkan, selain gencar dalam pelaksanaan vaksinasi, Sukun Grup juga gencar dalam pelaksanaan tracing dan testing. Pascalibur Lebaran lalu, Sukun Grup melaksanakan rapid antigen bagi semua pegawai dan buruh pabriknya.

Dari 6.000 orang, ada 45 yang reaktif dan kemudian dilakukan swab. Hasilnya, ada sebanyak 43 orang positif dan kemudian dilakukan isolasi mandiri terpusat.

“Kami beri bantuan sembako, uang saku, dan obat, itu adalah salah satu bentuk kepeduian dan komitmen kami untuk melawan pandemi ini,” jelasnya.

Deka Hendratmanto, Satgas Penanganan Covid-19 Sukun Grup menambahkan, perusahaan telah menyesuaikan lingkungan kerjanya dengan kondisi maupun kebijakan pemerintah terkait Covid-19 di Kudus.

Baca: Tinjau Vaksinasi di Sukun, Kapolri Sebut Vaksinasi Jadi Salah Cara Tekan Penularan Corona di Kudus

Mulai dari pengurangan jam kerja, pengurangan kerumunan dengan sistem sif, hingga standar operasional prosedur lainnya yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan.

Sebagian besar karyawan maupun buruh di Sukun, lanjut Deka, juga telah melakukan vaksinasi Covid-19. Hanya memang ada beberapa yang belum lolos skrining vaksinasi.

“Namun sebagian besar telah melaksanakan vaksinasi. Kami juga terus berupaya menyelaraskan kebijakan kantor dengan kebijakan pemerintah daerah demi mendukung pemutusan rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus ini,” terangnya.

Proses vaksinasi bagi masyarakat umum di KPSG sendiri ditinjau oleh Kapolri jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada Kamis (17/6/2021) sore.

Turut pula dalam rombongan, yakni Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga tampak mendampingi di belakang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...