Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Marak Penjaja Masker Pinggir Jalan di Kudus, Penjual: Kami Bantu Warga Taat Prokes

Penjual masker, Sukamto berjualan di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Penjual masker dadakan di pinggir jalan di Kudus marak belakangan ini. Selain memanfaatkan momen pandemi, pedagang masker ingin mengajak masyarakat agar taat protokol kesehatan (prokes) dengan selalu pakai masker.

Pengamatan MURIANEWS di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus marak penjual masker. Salah seorang penjual masker, Sukamto berjualan di sebelah barat posko gabungan penanganan Covid-19.

“(kami) Ikut membantu masyarakat supaya memakai masker. Pembeli biasanya ada yang lupa tidak bawa masker, terus beli di sini. Kebanyakan pegawai-pegawai yang beli,” katanya, Kamis (17/6/2021).

Sukamto sudah sepekan ini berjualan masker. Dia berjualan sendiri, tidak ikut orang maupun perusahaan. Baginya yang terpenting bisa mencukupi kebutuhan istri dan ketiga anaknya.

“Pertama ya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Yang kedua membantu masyarakat untuk memakai masker. Soalnya terkadang ada yang beli dan bilang kalau lupa bawa,” ujarnya.

Pria berusia 40 tahun itu biasa berjualan setiap hari mulai pagi hingga malam. Jenis masker yang dijualnya beragam. Mulai dari jenis duckbill, KN95, KF94, dan masker lainnya.

Harga yang ditawarkan beragam. Mulai dari harga 15 ribu isi 50 pcs, harga 20 ribu isi 10 pcs, harga Rp 25 ribu isi 50 pcs, dan harga Rp 60 ribu isi 50 pcs.

Dia juga menjual masker eceran seharga Rp 10 ribu untuk lima pcs. Dalam sehari, pria yang berdomisili di Desa Jepang Pakis, Kudus itu mampu menjual 20 hingga 25 boks masker.

“Sehari yang bisa mendapatkan Rp 300 ribuan. Itu penghasilan kotor. Kalau ramainya biasanya pagi sampai sore. Kalau sudah isya itu sudah sepi,” imbuhnya.

Penjual masker lainnya, Siti Fatimah juga ingin memanfaatkan momen kebutuhan masyarakat. Selain itu dia juga ingin mendukung program pemerintah agar warga Kudus bermasker.

Dodolan masker pas mulai wonten corona. Kayae pas wektune nggih sadean, nggih dukung pemerintah ben wargo Kudus maskeran. (Jualan masker saat ada corona. Sepertinya momennya pas, ya jualan ya mendukung pemerintah supaya warga Kudus memakai masker),” jelasnya.

Perempuan 29 tahun itu sudah tiga pekan ini berjualan masker. Dalam sehari, dia mampu menjual 100 boks masker.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...