Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Geram Dua Kilang Pertamina Kebakaran, Ahok: Harus Ada yang Bertanggungjawab dan Siap Dipecat

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Detik.com)

MURIANEWS, Jakarta — Komisari Utama PT Pertamina (Perseor), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, geram dengan terjadinya kebakaran dua kilang minyak, yakni di Balongan dan Cilacap. Apalagi dua kejadian itu berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan.

Ahok ingin ada yang harus memikul tanggung jawa atas kejadian itu dan dipecat. Ia telah memerintahkan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, terkait pemecatan tersebut. Nantinya, jajaran direksilah yang memiliki kewenangan untuk mengeksekusi.

“Iya (saya menyarankan dilakukan pemecatan),” kata Ahok, seperti dikutip Solopos.com, Kamis (17/6/2021).

“Sudah sampaikan ke dirut. Silahkan ke manajemen karena yang eksekusi di direksi bukan Dekom [dewan komisaris],” tambah Ahok.

Seperti diketahui, tangki di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terbakar paad Senin (29/3/2021) dini hari.

Kilang VI Balongan adalah kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero). Nicke menyebut yang terbakar adalah tangki bukan kilang. Penyebab kebakaran diduga akibat adanya kebocoran tangki penyimpan pertalite.

Sekitar tiga bulan berselang giliran kilang Pertamina RU IV Cilacap yang kebakaran, tepatnya pada Jumat (11/6/2021) malam. Kebakaran itu terjadi di tangki 205 area 39 Pertamina yang memproduksi benzene.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk menggali informasi menyangkut kebakaran di kilang Pertamina Cilacap. Tim terjun sejak hari pertama kebakaran.

“Diharapkan bisa lebih cepat pada hasil sementara investigasi,” kata dia.

Sementara itu, untuk Kilang Balongan, saat ini investigasi sudah berada di tangan Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri). Kementerian ESDM akan terus mendukung proses investigasi dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta memberikan informasi yang diperlukan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...