Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gerogotan Pandemi Bikin Pertumbuhan Ekonomi Jepara Jeblok

Bupati Jepara Dian Kristiandi menyerahkan laporan pertanggungjawaban APBD 2020 ke DPRD. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara tahun 2020 melambat. Hal ini diakibatkan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Dalam rapat penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan (LPP) APBD tahun anggaran 2020 pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyebut pertumbuhan ekonomi minus 1,94 persen.

Namun, pelambatan tersebut tidak separah rata-rata provinsi Jawa Tengah dan nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Jepara melambat hingga mencapai 1,94 persen dibanding tahun 2019 yang mencapai 6.02 persen. Sehingga tidak dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 7 persen dan melambatnya persentasi itu dikarenakan adanya pandemi Covid-19,” papar Andi, Rabu (16/6/2021).

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga meningkat pada angka 3,73 persen. Namun, total kenaikanya masih di bawah nasional sebesar 7.1 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jawa Tengah pada tahun yang sama lebih baik dari Jepara, yakni 6,48 persen.

“Sampai Agustus 2020,  TPT Kabupaten Jepara masih di bawah TPT nasional 7,1 persen dan di atas provinsi Jawa Tengah 6,48 persen,” ujarnya.

Namun, lanjut Andi,  di tengah pandemi ini,  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jepara justru naik dari 71,88 persen ke angka 71,99 persen.  Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata provinsi yang berada di angka 71,87 dan rata-rata nasional pada angka 71,94.

Dalam nota pengantar tersebut bupati juga melaporkan ringkasan LPP APBD yang terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

Komposisi realisasi anggaran yang dilaporkan bupati terdiri dari pendapatan sebesar Rp 2,31 triliun, belanja Rp 1,9 triliun, pembiayaan daerah sebesar Rp 162 miliar, dan sisa lebih perhitungan anggaran Rp 209 miliar.

Bupati menambahkan, laporan keuangan ini secara substansial dan tingkat validitas telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Alhamdulillah, Kabupaten Jepara kembali mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang tahun ini merupakan penghargaan WTP kesebelas berturut-turut,” pungkas Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...