Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Desa di Kudus Mulai Sadar Vaksinasi untuk Lawan Covid-19

Nakes melakukan skrining pada peserta vaksin di Desa Pasuruhan Kidul, Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah desa di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus kini mulai menggelar vaksinasi mandiri di wilayahnya masing-masing dengan bantuan puskesmas setempat. Animo warga pun terbilang cukup antusias.

Salah satu desa yang mulai menggelar vaksinasi bagi warga desanya adalah Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

“Di sini terbilang sangat antusias warganya untuk mengikuti vaksinasi,” kata Kades Pasuruhan Kidul Sunarto di sela proses vaksinasi, Rabu (16/6/2021).

Pelaksanaan kali ini, pihaknya diberi kuota sebanyak seratus orang. Dengan sasaran masyarakat desa yang berusia 18 tahun ke atas. Para lansia juga bisa mengikuti vaksinasi tersebut.

“Kami diberi jatah seratus orang, tapi ini nanti mungkin di atas seratus, karena masyarakat sepertinya sudah sadar vaksin,” jelasnya.

Sementara Kahono, salah satu peserta vaksinasi mengaku senang bisa turut mengikuti vaksinasi ini. Pihaknya pun mengatakan tidak ada gejala apapun setelah dirinya menerima dosis vaksin tahap pertama itu.

Pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani itupun menganggap jika seorang mau melakukan vaksinasi, maka turut membantu pemerintah dalam mengebalkan imun warganya untuk membantu memutus penularan Covid-19.

“Saya senang bisa mengikuti vaksin ini. Saya juga butuh kekebalan untuk melawan virus tersebut,” jelasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Jati Amad Muhammad mengatakan, delapan desa di wilayah kerjanya memang tengah digencarkan untuk proses vaksinasinya. Hari ini pun, lanjut dia, merupakan kloter yang kesekian kalinya.

“Karena stok vaksin tengah melimpah, kami segera melaksanakan vaksinasi ke tingkat desa-desa dengan harapan cakupannya bisa lebih luas lagi,” sambungnya.

Walau demikian, pihaknya mendapat sedikit kendala manakala animo peserta vaksinnya banyak, namun tenaga kesehatannya minim. Saat ini sendiri, ada sebanyak enam nakes yang diperbantukan untuk proses vaksinasi dan administrasinya.

“Ini kami sudah laporkan kendalanya, andai nanti ada tambahan kami yakin proses vaksinasi akan semakin cepat,” jelasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...