Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Selebrasi Gol Pemain Austria ‘Berbuntut’, Diduga Berbau Rasis UEFA Akan Ambil Tindakan

Selebrasi Gol Marko Arnautovic inilah yang berbuntut panjang. (facebook.com/MarkoArnautovicOfficialpage)

MURIANEWS, Jakarta- Perhelatan sepak bola Euro 2020 diduga telah memunculkan kasus rasialisme di kalangan pemain. Marko Arnautovic, pemain Austria yang berhasil mencetak gol saat timnya mengalahkan Makedonia Utara, dituduh melakukan perbuatan ini.

Pemain Austria itu diduga melakukan rasialis usai mencetak gol ketiga bagi kemenangan Austria atas Makedonia Utara. Ucapan yang mengiringi selebrasinya menyinggung secar rasial kepada pemain Makedonia Ezgjan Alioski.

UEFA sendiri telah melakukan mulai investigasi kejadian ini setelah mendapatkan laoran dari FFM (Asosiasi Sepak Bola Makedonia Utara). Kubu Makedonia Utara meminta UEFA mengambil tindakan atas kejadian ini.

“Sesuai dengan Pasal 31(4) Peraturan Disiplin UEFA, Inspektur Etika dan Disiplin telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan terkait insiden yang melibatkan pemain Marko Arnautovic yang terjadi selama Piala Eropa 2020. Informasi lebih lanjut tentang masalah ini akan tersedia pada waktunya,” demikian bunyi pernyataan UEFA, Rabu (16/6/2021).

Arnautovic kepada Alioski sejauh ini diduga telah mengeluar ujaran bernada hinaan dan anti-Albania. Pemain Austria ini diketahui merupakan keturunan Serbia. Perang Kosovo yang melibatkan Serbia dan Albania memang berimbas pada hubungan negara Serbia dan Makedonia Utara.

Pemain Austria, Arnautovic sendiri sebelumnya sudah menyampaikan permintaan maaf soal selebrasi kontroversial yang dilakukannya itu. Hal itu sama sekali bukan untuk menyinggung, atau bahkan hinaan rasial. Dirinya mengaku emosional saja.

“Ada kata-kata yang panas kemarin. Itu terkait emosi di dalam pertandingan, dan saya ingin meminta maaf, terutama kepada teman-teman saya dari Makedonia Utara dan Albania,” ujar pemain Austria itu.

Arnautovic juga menegaskan dirinya bukan seorang rasis. Apa yang dilakukannya benar-benar tidak ada maksud menghina atau bahkan ungkapan rasisme.

“Saya ingin mengatakan satu hal dengan jelas: SAYA BUKAN RASIS! Saya punya teman di hampir setiap negara dan saya mendukung keragaman. Semua orang yang mengenal saya sadar akan hal itu,” demikian penegasan yang disampaikannya melalui akun Instagramnya.

Namun tampaknya permohonan maaf mantan pemain Inter Milan itu sepertinya tidak menghentikan langkah UEFA untuk melakukan investigasi. Setelah laporan masuk dari kubu Makedonia Utara, UEFA menyatakan akan melakukan penanganan terhadap kasus ini,

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: cnnindonesia.com

Comments
Loading...