Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Petugas Gabungan Swab Acak Warga Kudus Tak Patuh di Rumah Saja, Dua Orang Positif

Petugas tengah melakukan swab salah satu pengunjung pusat perbelanjaan di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Petugas gabungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, TNI AD, dan Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan pemantauan di sejumlah pusat keramaian di Kota Kretek, Selasa (15/6/2021).

Pemantauan sendiri, dilakukan untuk menegakkan kebijakan Pemkab Kudus yakni sepekan di rumah saja guna menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus. Pelaksanaan swab antigen acak pun dilakukan dalam kegiatan tersebut.

Hasilnya, dua dari tujuh sampel pengunjung maupun petugas salah satu toko modern di Kabupaten Kudus menunjukkan hasil yang positif atau reaktif antigen.

Koordinator posko gabungan Mayor Kav JF Manurung menyampaikan, dua ornag rapid antigen acak tersebut adalah satu dari pengunjung dan satu lagi dari kasir toko.

“Kami lakukan tujuh pengambilan sampel, hasilnya dua yang reaktif. Satu dari karyawan atau kasir dan satunya dari pengunjung,” katanya.

Kedua orang tersebut, kemudian diinstruksikan untuk segera pulang dan menjalani isolasi mandiri. Pihak Satgas Penanganan Covid-19 dan kepala desa terkait juga akan diinfokan terkait temuan tersebut.

“Sehingga bisa segera ditindak lanjuti bersama dan terpantau,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, pengambilan sampel rapid antigen acak akan terus dilakukan. Sejumlah pusat keramaian seperti tempat makan pinggir jalan maupun lainnya, akan segera dikunjungi secara acak. “Untuk kemudian kami akan lakukan rapid acak juga di sana,” tegasnya.

Sementara salah satu pengunjung yang terkena rapid acak, Reni Marsela asal Jekulo mengaku kaget karena langsung didatangi oleh petugas gabungan, dan diambil sampelnya.

Reni mengatakan jika pihaknya mengetahui kalau ada imbauan untuk tetap di rumah saja. Namun, pihaknya terpaksa keluar karena hendak membeli kebutuhan pokok.

“Kaget saja, ini langkah yang baik untuk Kudus, semoga tidak apa-apa,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...