Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sejumlah Gedung Sekolah di Kudus Disulap Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Petugas memasang tanda ruang isolasi di salah satu ruangan SD 1 Prambatan Kidul, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memaksimalkan tempat isolasi terpusat di masing-masing desa. Bahkan, sejumlah ruangan sekolahan di sejumlah desa pun disulap menjadi tempat isolasi terpusat.

Satu gedung sekolah di tiap desa yang akan digunakan tempat isolasi terpusat, diproyeksikan mampu menampung sedikitnya 20 orang.

Salah satunya di Kecamatan Kaliwungu, yang sudah menyiapkan 15 sekolahan dasar (SD) negeri untuk menampung warga yang isolasi mandiri di masing-masing desa.

Seperti SD 1 Bakalan Krapyak, SD 1 Prambatan Kidul, SD 1 dan 2 Garung Lor,  SD 3 Karangampel, SD 1 Mijen, SD 2 Kedungdowo, SD 1 Garung Kidul,  SD 1 Setrokalangan, SD 1 Banget,  SD 1 Gamong, SD 3  Blimbing Kidul, SD 1 Banget, SD 1 Sidorekso, SD 2 Papringan dan SD 2 Kaliwungu.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan pemerintah desa untuk membuat tempat isolasi terpusat. Yakni dengan mengalihfungsikan sebagian ruangan SD negeri sebagai tempat isolasi terpusat bagi warga di masing-masing desa.

” Ada 15 sekolah di 15 desa yang kini mulai mempersiapkan. Kami tidak menggunakan balai desa setempat, karena dengan pertimbangan masih digunakan untuk pelayanan masyarakat, dan SD juga sementara tak ada pembelajaran tatap muka dan banyak ruangan,” katanya, Selasa (15/6/2021).

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan beserta Kapolsek Kaliwungu AKP Asnawi, meninjau penyiapan isolasi terpusat di SD 1 Prambatan Kidul. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Teknisnya, lanjut Satria, tiap SD ada lima ruangan yang dipersiapkan. Dengan rincian tiga ruang isolasi, satu ruang sekretariat, dan satu ruangan kesehatan medis atau obat-obatan.

Tak hanya itu, nantinya warga yang menempati tempat isolasi terpusat akan dibedakan berdasarkan gejala dan jenis kelamin. Di mana orang tanpa gejala dan orang dengan gejala ringan akan dipisahkan di ruang yang berbeda, untuk mempermudah penanganan.

“Penjagaan nanti ada dari desa (Satgas Covid-19) ), relawan organisasi di desa, perbantuan dari TNI dan Polri. Dan tenaga kesehatannya nanti ada yang visit berpindah-pindah dari tenaga kesehatan puskesmas, kami sudah koordinasikan itu,” jelasnya.

Untuk penyediaaan makanan bagi warga isolasi, pihaknya menyerahkan hal tersebut ke pemerintah desa. Boleh dengan mendirikan dapur umum maupun katering. Begitu juga dengan tempat tidur yang akan dipersiapkan oleh desa.

“Terserah nanti dari desa mau mendirikan dapur umum ya silahkan, pakai katering juga silahkan. Sementara ini yang baru mau buat dapur umum itu di Desa Sidorekso,” tuturnya.

Dengan adanya tempat isolasi terpusat ini, pihaknya berharap mata rantai penyebaran Covid-19 di Kudus bisa terputus dan warga yang melakukan isolasi mandiri juga akan lebih terpantau.

Terpisah, Camat Mejobo Muhammad Fitrianto menyebut juga tengah menyiapkan tempat isolasi terpusat dengan menggunakan sejumlah gedung sekolah di masing-masing desa.

Beberapa di antaranya, yakni SD 5 Mejobo, SD 2 Kirig, SD 4 Kesambi, SD 1 Temulus, SD 1 Payaman,  MI Miftahul Huda dan beberapa sekolah lainnya.

“Ada beberapa desa yang sebenarnya sudah menyiapkan isolasi terpusat di balai desa. Tapi kapasitasnya kurang,  karena masing-masing desa diminta untuk menyiapkan 20 tempat tidur, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...