Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kontak Erat 28 Pasien Covid-19 Varian Delta India di Kudus Mulai Ditelusuri

Badai Ismoyo, Kepala DKK Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mulai menelusuri para kontak erat ke 28 pasien yang terpapar Covid-19 varian B16172 atau delta asal India yang berada di Kabupaten Kudus.

Masing-masing spesimen, akan ditelusuri kontaknya setidaknya sepuluh orang. “Kami akan melakukan pelacakan, masing-masing specimen sepuluh saja, nanti sudah ada 280 spesimen yang akan dites,” kata Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, Selasa (15/6/2021).

Masing-masing kontak erat tersebut, kemudian akan diambil sampel genomenya. Untuk kemudian dilakukan pengetesan Whole Genome Sequencing (WGS) di Universitas Gajah Mada.

“Barulah kita bisa telusuri rekam jejaknya mereka dari mana atau setelah bertemu siapa, itu nanti akan ketahuan di sana. Bisa jadi kontak eratnya yang menularkan pertama,” ujarnya.

Sementara kondisi saat ini, varian delta memang telah terindikasi berada di Kabupaten Kudus. Namun, menurut dia belum tentu juga varian tersebut juga yang membuat ledakan Covid-19 di Kabupaten Kudus pascalebaran kemarin.

Badai mengatakan, masih ada kemungkinan banyak orang terpapar karena maraknya kerumunan yang terjadi sebelum maupun setelah Lebaran. Kondisi tersebut juga diperparah dengan kondisi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi.

“Karena dari 34 (spesisimen), hanya 28 saja yang terpapar varian delta, tidak semuanya. Masih ada kemungkinan itu varian biasa yang memang bisa mengenai orang-orang belum tervaksin,” ujar Badai.

Sebanyak 28 sampel tersebut pula, lanjut dia, tidak cukup untuk dijadikan acuan jika varian baru sudah menyebar di Kudus.

Baca: 28 Warga Kudus yang Terpapar Covid-19 India Diyakini Telah Sembuh, Walau Sumber Penularan Belum Ditemukan

Menurutnya, harus ada setidaknya sepuluh persen spesimen yang dites dan menunjukkan adanya varian delta dari jumlah spesimen yang ada saat ini.

“Kriteria yang boleh dites juga tidak asal. Karena varian delta (katanya) lebih cepat menular dan lebih kuat, maka yang dites adalah spesimen positif yang sudah divaksin sebanyak dua kali,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, varian baru Covid-19 India atau B16172 terdeteksi di Kabupaten Kudus. Dari 34 sampel pasien Covid-19 asal Kudus yang diambil Kementerian Kesehatan, 28 di antaranya dinyatakan positif varian delta India.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...