Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ulasan Pertandingan Euro 2020

Bermain Bagaikan Barca di Masa Jaya, Sayang Spanyol Tak Punya ‘Sosok Messi’

Morata kurang mematikan untuk Spanyol.(bola.com/AP/Pool/Jose Manuel Vidal)

MURIANEWS, Kudus- Pertandingan Euro 2020 Grup E antara Spanyol Vs Swedia berakhir dengan imbang 0-0 di Stadion de La Cartuja, Sevilla, Senin (15/6/2021) dinihari tadi. Sebuah hasil yang disesalkan bagi kubu Spanyol dan para pendukungnya tentu saja.

Tim Spanyol di Euro 2020 dibawah Luis Enrique secara nyata telah memuat DNA Barcelona, dengan mengadopsi permainan indah mengedepankan ball-position kuat. Sebagai seorang ‘Catalan’, Enrique dengan tegas memperlihatkan hal ini sejak babak kualifikasi Euro 2020 berlangsung.

Pada pertandingan dinihari tadi, secara jelas Spanyol dengan cita rasa Barcelona diketengahkan oleh Enrique. Menyajikan umpan-umpan cepat Spanyol secara absolut menguasai pertandingan. Selusin peluang tercipta untuk mereka, namun sayang tak ada gol yang terjadi.

Seperti halnya yang terjadi pada Barcelona, kelemahan Spanyol terlihat manakala mereka tidak memiliki pemain mematikan. Jika di Barcelona memiliki Messi, sayangnya hal itu tidak ada di tim Spanyol.

Atau setidaknya, Enrique belum menemukan pemain dengan kemampuan ‘mematikan’ seperti sosok Messi di Barcelona. Morata, Torres, Pedri, atau bahkan Jordi Alba, nyatanya gagal membuat sebuah penyelesaian dari banyaknya peluang yang terjadi.

Lagi-lagi seperti halnya Barcelona, ketika dalam situasi menguasai permainan mereka kerap ‘lengah’ dalam pertahanannya. Dalam pertandingan dinihari tadi, Swedia ‘nyaris’ saja membuat Spanyol kehilangan muka, lewat aksi Alexander Isac.

Striker Swedia ini langsung mendapatkan situasi head to head dengan David De Gea, kiper Spanyol. Beruntung salah seorang pemain Spanyol masih bisa melakukan intershep dan membuatnya kehilangan sikap sempurna untuk melepaskan tendangan.

Tendangannya tak mengarah ke gawang, namun malah mengenai kaki Laporte dan memantul mengenai tiang gawang. Satu-satunya keberuntungan Spanyol dinihari tadi adalah ketika bola yang membentur tiang gawang itu kemudian nemplok ke pelukan De Gea.

Spanyol sepertinya masih menggunakan taktik penyerang bayangan (false nine). Pada pertandingan dinihari tadi, tidak ada seorang pemain yang bertindak sebagai striker murni yang berani bertarung sendirian. Dengan Alvaro Morata dan Pedri bermain, mereka kesulitan untuk menembus sisi tengah pertahanan Swedia.

Serangan mereka lebih bertumpu di sisi kiri lapangan melalui kecekatan Jordi Alba yang lebih banyak menyerang dalam pertandingan itu. Swedia yang menerapkan gaya bermain ala Madrid, memilih menunggu sambil melepaskan serangan balik cepat.

Dengan penampilan Spanyol yang seperti ini, Luis Enrique dan pendukung Spanyol bisa saja akan menghadapi situasi pelik. Slowakia dan Polandia, dengan ciri khas sepak bola Eropa Timur yang penuh determinasi tinggi jelas bukan lawan yang bisa dianggap remeh.

Untuk menang, tidak cukup dengan hanya bermain indah dan menguasai ball position saja. Namun Spayol juga butuh sebuah pemain tajam, yang berani bermanuver sendirian dengan kemampuan mematikan. Efektif dan Efisien dalam mencetak gol, sehingga merusak moral tim lawan.

Jika saat berhadapan Polandia dan Slowakia, Spanyol masih bermain seperti saat berhadapan dengan Swedia, salah-salah ‘kegagalan’ akan mereka terima. Pemain-pemain Polandia dan Slowakia, tidak hanya kuat namun juga cepat.

Penulis: Budi erje
Editor Murianews.com

Comments
Loading...