Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dua Klaster Hajatan Nikah Muncul di Sukoharjo, Satu di Antaranya dari Jepara

Ilustrasi. Petugas kepolisian membubarkan acara hajatan pernikahan karena melanggar prokes. (MURIANEWS

MURIANEWS, Sukoharjo – Klaster hajatan muncul di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Kali ini jumlah klaster tersebut muncul di dua dua dusun.

Akibatnya, delapan orang dinyatakan positif Covid-19 usai pulang dari menghadiri hajatan pernikahan di Jepara dan Sragen.

Jumlah warga positif Covid-19 dari dua klaster itu sebanyak delapan orang. Informasi yang dihimpun , Senin (14/6/2021), delapan pasien positif itu merupakan warga RT 01/RW 05 dan RT 01/RW 02, Dusun Kempul, dan Dusun Pundung, Desa Tanjungrejo, Nguter.

Mereka memiliki riwayat perjalanan ke daerah zona merah Covid-19 yakni Jepara dan Sragen. Kepala Desa Tanjungrejo, Suyadi, mengatakan ada tiga keluarga yang terpapar Covid-19 setelah bepergian ke Jepara dan Sragen, pekan lalu.

Mereka terkonfirmasi positif Covid-19 seusai menghadiri acara hajatan pernikahan keluarga di Sragen dan Jepara. Suyadi menceritakan munculnya klaster hajatan di desanya yang terletak di Nguter, Sukoharjo.

“Awalnya, ada satu warga yang mengalami demam dan sesak napas. Kemudian dibawa ke rumah sakit dan menjalani uji swab PCR dengan hasil positif. Satgas tingkat desa langsung berkoordinasi dengan satgas tingkat kecamatan untuk melakukan tracing dan testing,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Senin (14/6/2021)

Seluruh kontak erat lini pertama pasien positif menjalani uji swab PCR untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Sampel cairan tenggorokan diuji laboratorium di RS UNS, Kartasura.

Hasilnya, tujuh warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster hajatan di wilayah Nguter, Sukoharjo, itu. Ketujuh pasien positif itu menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara satu pasien positif dengan gejala dirawat intensif di rumah sakit. “Dua pasien positif yang menjalani isolasi mandiri sudah sembuh. Sekarang hanya tinggal lima pasien positif yang masih menjalani isolasi mandiri di rumah,” ujarnya.

Suyadi menyatakan satgas tingkat desa memantau kondisi kesehatan para pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi guna mencegah persebaran Covid-19. Misalnya, kegiatan pertemuan masyarakat setempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa dibatasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan peningkatan kasus Covid-19 diiringi banyaknya muncul klaster baru yang didominasi klaster keluarga.

Ada pula klaster rewang hajatan pernikahan yang muncul pada pekan lalu di Sukoharjo. Satgas bakal mengoptimalkan upaya 3 T yakni tracing, testing, dan treatment untuk mengendalikan persebaran Covid-19.

Yunia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 yang kian masif di Kabupaten Jamu. Protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat untuk mencegah terpapar Covid-19.

“Kabupaten Sukoharjo masih berstatus zona oranye atau risiko sedang. Masyarakat harus lebih waspada saat bepergian dan beraktivitas di luar rumah,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...