Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Satgas Akui Tiga Klaster Covid-19 di Klaten Berawal dari Kudus

Ilustrasi (Freepik)

MURIANEWS, Klaten – Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten mengakui ada tiga klaster penyebaran Covid-19 di Klaten yang berawal dari Kudus. Klaster itu diketahui disebabkan warga sepulang dari Kudus dan terpapar Covid-19.

Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten, Roni Roekmito menyebutkan, ketiga desa yang kini jadi zona merah penyebaran Covid itu adalah Desa Tijayan, Buntalan, dan Kalikotes.

Roni menjelaskan kasus terbaru klaster Covid-19 di Klaten ada di di Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah dan dari Kecamatan Kalikotes. Di Desa Buntalan karena ada seorang atlet pulang dari Kudus.

“Yang Buntalan klaster keluarga, dari Kudus juga. Katanya atlet pulang, tempat pelatihannya di Kudus,” kata Roni seperti dikutip Solopos.com.

Di Desa Buntalan, papar Roni, dari laporan terakhir ada enam orang yang di-tracing. Sumber penularannya ada satu. “Ada enam orang kita tracing. Sumbernya ada satu, itu yang bersangkutan karena pulang dari Kudus,” lanjut Roni.

Sementara kasus Covid-19 di Kalikotes, klaster Covid-19 tersebut menyebabkan enam orang terpapar. Enam orang itu masih satu keluarga. “[Di] Kalikotes ada enam positif semua, satu keluarga. Kondisinya isolasi mandiri semua, hari ini dilakukan PCR,” imbuh Roni.

Namun demikian, Roni belum bisa memastikan jenis atau varian virus Corona yang menyebar di ketiga klaster Corona tersebut dari. “Kalau mengacu pengumuman Gubernur, di Kudus itu ada dua yaitu varian India dan satu lainnya. Yang di Klaten kita belum tahu varian apa,” pungkas Roni.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan saat ini Klaten zonasi masih oranye. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Kita terus melakukan langkah strategis pencegahan, salah satunya dengan penyemprotan massal. Zonasinya memang oranye tapi mengkhawatirkan,” jelas Mulyani.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...