Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Merasa Profesinya Dilecehkan, Pengacara di Kudus Laporkan Kades ke Polisi

Pengacara Nikkri Adiyansah memperlihatkan surat laporan yang sudah adukan ke Polres Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Seorang pengacara di Kudus bernama Nikkri Adiyansah yang merupakan anggota Peradi DPC Pati, melaporkan Kepala Desa (Kades) Papringan, Kaliwungu, Kudus Amin Budiarto ke polisi. Kades tersebut dianggap telah menghina profesi pengacara atau advokat.

Ia menceritakan, saat itu dirinya tengah menyelesaikan masalah kliennya atas tuduhan pengeroyokan yang dilakukan oleh saudaranya sendiri. Saat itu, kliennya, dan terlapor dilakukan mediasi di Polsek Kaliwungu pada 21 Mei 2021.

“Saat itu terlapor, bersama kepala desa, perangkat desa, dan anggota Polsek Kaliwungu yang turut serta dalam proses mediasi itu,” katanya, Senin (14/6/2021).

Saat mediasi berlangsung, lanjut dia, kades tersebut menurut dia bukan mendamaikan malah memperkeruh suasana dengan mengacam kliennya jika tidak mencabut laporannya akan dikeluarkan sebagai warga Desa Papringan.

Kemudian, kades tersebut juga dianggap telah melontarkan kata-kata yang dianggap menghina profesinya sebagai pengacara.

“Dia (Kades) melecehkan profesi saya dengan mengatakan ‘jika tidak ada kamu (pengacara),  perkara ini tidak akan sampai kepolisian’. Secara tidak langsung dia menganggap profesi pengacara itu sebagai provokator, padahal kami itu bertugas dan dilindungi undang-undang,” jelasnya.

Perkataan tersebut menurutnya sangat tidak pantas untuk diucapkan, apalagi saat forum mediasi berjalan. Untuk itu, pada 23 Mei 2021 pihaknya melaporkan kades itu ke Polres Kudus.

“Tadi saya juga sudah dimintai keterangan ke unit Reskrim Polres Kudus. Besok juga ada saksi yang dimintai keterangan, ” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku tidak menuntut kades tersebut secara materil. Namun pihaknya ingin agar kades tersebut menarik ucapanya dan bersedia meminta maaf.

“Intinya dia (kades) harus minta maaf kepada saya dan seluruh profesi advokat yang ada di Kudus, harus ada klarifikasi dari yang bersangkutan. Agar bisa buat pembelajaran kedepannya tidak ada yang berlaku sama, ” ujarnya

Terpisahkan, Kades Papringan Amin Budiarto menilai ada kesalahpahaman saat mediasi tersebut. Pihaknya beserta perangkat desa yang datang, hanya mendampingi warganya untuk memediasi warganya yang telah dipanggil ke polsek.

“Maksud saya jika permasalahan itu tidak melibatkan kuasa hukum mau diselesaikan di desa. Karena ada kuasa hukum memang itu sudah tugasnya dan diselesaikan di Polsek, saya menyadari itu. Tidak ada maksud menghina justru saya menghormati beliau (pengacara), itu pemahaman yang berbeda, ” jelasnya.

Pihaknya juga siap mengklarifikasi dan mengajukan permintaan maaf. Lantaran niatnya baik agar perkara tersebut diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan di balai desa.

“Permintaan maaf saya siap, jika dianggap melecehkan dan itu sudut pandang yang berbeda. Karena maksud saya itu baik. Pemerintah desa itu harapanya setiap perkara di masyarakat bisa diselesaikan secara kekeluargaan, ” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...