Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemerintah Belum Berencana Menyekat Perbatasan Kudus-Jepara

Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama Dandim 0719/Jepara memimpin rapat penanganan Covid-19. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Letak geografis Kabupaten Jepara dengan Kabupaten Kudus yang berdampingan membuat penyebaran Covid-19 cukup masif. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara belum ingin membuat penyekatan di daerah perbatasan.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa wilayah perbatasan antara Kudus dan Jepara akan disekat. Tujuannya supaya virus tidak menyebar lewat mobilitas masyarakat yang keluar atau masuk kedua kabupaten itu.

“Penyekatan tidak kita lakukan sementara. Kita belum perlu melakukan itu,” kata Bupati Jepara Dian Kristiandi, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, tindakan yang saat ini lebih tepat untuk diambil adalah melakukan upaya-upaya preventif. Seperti menggencarkan sosialisasi-sosialisasi tentang pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).

Diketahui, saat ini status penyebaran Covid-19 di Bumi Kartini adalah zona merah. Sehingga, melalui satgas Jogo Tonggo, pemerintah memperketat prokes di masyarakat. Pasalnya, sebagian masyarakat masih banyak yang enggan menggunakan masker saat keluar rumah.

Meskipun berstatus zona merah, Andi menyatakan bahwa tidak ada satupun RT atau desa yang masuk zona merah. Setelah sebelumnya satu RT di Kecamatan Nalumsari di-lockdown beberapa pekan lalu, belum ada lagi RT yang masuk zona merah.

“Memang tidak ada (RT zona merah-red). Hari ini memang angkanya (Covid-19-red) tinggi. Tapi tersebar. Jadi tidak ada satu zona pun yang menjadi merah,” tegas Andi.

Kendati begitu, pihaknya masih tetap mewaspadai kemungkinan adanya penyebaran-penyebaran baru.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...