Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

18 Orang Jalani Isolasi di BLK Pecangaan Jepara, Empat di Antaranya Anak-Anak

Para pasien tengah berolahraga di halaman tempat isolasi terpusat BLK Pecangaan Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Ruang karantina atau isolasi terpusat di Balai Latihan Kerja Pecangaan Jepara mulai terisi. Per Senin (14/6/2021) hari ini, sudah ada 18 pasien Covid-19 yang jalani isolasi, dan empat di antaranya merupakan anak-anak.

Pantauan MURIANEWS, pagi ini beberapa pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 terlihat sedang berolahraga di halaman BLK Pecangaan. Mereka berlari-lari kecil sambil bercengkerama sesama pasien.

Bocah-bocah yang ikut isolasi pun turut berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh mereka. Bocah-bocah dan pasien lainnya terlihat masih bugar.

“Saya sudah dua hari di sini. Rasanya cuma meriang. Saya masih sehat. Ayo jaga kesehatan sama-sama,” seru salah satu pasien isolasi asal Kecamatan Pecangaan sambil berlari mengitari halaman BLK Pecangaan.

Sementara itu, Desi Dwihelni, salah satu tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas, mengatakan tempat karantina itu mulai terisi pasien sejak Jumat (11/6/2021) sore. Hingga pagi ini, dari kapasitas sebanyak 48 pasien, jumlah pasien sudah ada 18 orang. Mereka rata-rata berasal dari Kecamatan Kalinyamatan, Pecangaan, dan Jepara Kota.

“Isolasi (BLK Pecangaan-red) hanya menerima pasien tanpa gejala atau gejala ringan. Jadi, kalau gejala berat kita akan dirujuk ke rumah sakit,” terang Desi.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi pasien yang diisolasi terpantau relatif sehat. Kalaupun ada gangguan kesehatan, itu seperti batuk-batuk, pilek, meriang, atau gangguan pernapasan.

Terkait dengan lamanya isolasi, Desi menyebut itu tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Jika kondisinya membaik dan terkonfirmasi negatif Covid-19 sebelum 14 hari, mereka bisa pulang tanpa harus menunggu isolasi selesai dua pekan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...