Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Hanya di Kudus, Varian Baru Covid-19 Juga Ditemukan di Jepara, Pati, Rembang, dan Grobogan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) saat memeriksa Puskesmas Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu (5/6/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap, varian corona baru tak hanya ditemukan di Kudus, namun juga sejumlah daerah lain di sekitarnya.

Hanya saja, Budi tak merinci apakah varian baru di daerah tersebut sama dengan varian India yang ditemukan di Kudus atau tidak.

“Kita mulai melihat ada kenaikan yang signifikan di beberapa daerah, dan khususnya teman-teman di Jateng ada di eks-Karesidenan Pati,” katanya seperti dikutip Kumparan.com

“Selain Kudus, daerah lain seperti Jepara, Rembang, Grobogan, Pati, itu ada kenaikan. Dan memang sudah terkonfirmasi itu adalah varian baru,” tambahnya dalam seminar online bertajuk Perlindungan Hukum dalam Pelayanan Kedokteran yang Berkualitas yang digelar IDI Jateng pada Minggu (13/6/2021).

Budi mengakui lonjakan kasus corona di Kudus dan daerah sekitarnya membuat rumah sakit dan tenaga kesehatan kewalahan.

“Minggu lalu saya datang juga ke Kudus, saya juga terus terang minta bantuan IDI, dan PPNI untuk bantu. Karena tekanannya di Karesidenan Kudus besar sekali. Saya juga lihat lebih dari 400 nakes terpapar di sana,” tutur dia.

Menurutnya, penularan varian corona baru itu berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan aktivitas di pelabuhan.

“Dan memang sudah terkonfirmasi itu adalah varian baru, yang kita amati masuknya banyak dari PMI, juga ada banyaknya melalui pelabuhan laut, karena pelabuhan udara biasanya bisa dijaga dengan baik,” jelas dia.

Dia meminta masyarakat tidak lengah atau euforia meski telah vaksinasi. Sebab hal itu yang memicu lonjakan kasus lantaran banyak masyarakat yang abai prokes.

“Jadi, kami prihatin, jangan lengah. Tolong jalankan prokes, vaksinasi itu mengurangi severity dari dampak penyakit, tapi tidak membuat kita jadi kebal terhadap virus ini,” kata Budi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sunber: Kumparan.com

Comments
Loading...