Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OPINI

Meraih Pendidikan Gemilang di Masa Pandemi

Faukhil Wardati *)

MEREBAKNYA Covid-19 menjadi trending topic di dunia. Covid-19 diafirmasikan berstastus pandemi pada kajian epidemiologi oleh WHO sejak 11 Maret 2020 karena eksistensinya yang cepat menjamur dan berdifusi ke berbagai belahan dunia.

Walaupun istilah pandemi tidak merujuk ke tingkat keparahan penyakit, namun pandemi menjadi isu global yang terbatas pada ruang persebarannya. Penularan yang cepat dan tak kasat mata, juga akselerasi pasien yang terjangkit membuat Covid-19 menjadi momok menyeramkan yang tendesi mendapat perhatian khusus.

Pandemi yang melanda saat ini, bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan melainkan merambah ke sektor ekonomi, sosial, maupun politik. Covid-19 seolah menjadi sutradara, yang eksistensinya tak terlihat namun mampu menjalankan aktor-aktornya ke berbagai bidang. Saat ini perbincangan mengenai Covid-19 seolah tak ada habisnya bahkan tak lagi menghangat di tengah masyarakat, melainkan menjadi isu yang sudah berdampingan dengan berjalannya kehidupan.

Melewati belasan purnama, Covid-19 masih meradang dan jauh dari kata reda. Banyak aktivitas yang terpaksa diadaptasikan agar mampu berdampingan dengan pandemi ini. Dalam ilmu prediksi, tidak terdapat kepastian kapan pandemi ini berhenti beraksi, namun kita sebagai agen penerus bangsa tak patut jika hanya berdiam diri.

Pandemi corona tidak bokeh menjadi sebuah penghalang, apalagi dijadikan alasan dalam meraih kesuksesan. Terutama di bidang pendidikan, banyak sekali rintangan dan hambatan yang mempersulit kita untuk dapat fokus belajar. Pendidikan sendiri dianggap sebagai penentu kualitas diri. Seseorang yang berpendidikan dianggap memiliki banyak ilmu yang berpotensi dalam pengembangan diri. Pandemi ini seakan memberikan batasan untuk kita dalam menjalani proses belajar sehingga banyak yang menyimpukan bahwa pandemi menghambat prestasi

Hal yang menjadi aksentuasi adalah perubahan dari dimensi ruang. Sistem belajar mengajar yang semula berupa tatap muka, harus dialihkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Solusi tersebut diwujudkan dengan diafirmasikannya kebijakan Work from Home dan Stay at Home. Semua pihak dituntut untuk beradaptasi dengan dunia digital yang berorientasi pada penggunaan platform online sebagai penunjang pembelajaran.

Hal ini berakibat pada penyampaian ilmu yang kurang optimal sehingga keefektifan sistem belajar mengajar cenderung rendah. Pembelajaran daring mendorong kita mengintip dunia internet lebih luas sehingga menjadi pribadi yang pemalas. Padahal, sebenarnya jika kita mampu berusaha, maka waktu di masa pandemi ini akan menjadi lebih berharga.

Sebagai generasi yang melek intelektual tentunya dengan inovasi dan kreativitas kita harus dapat mengubah sebuah hambatan menjadi amunisi pendorong kesuksesan. Upaya mengolah keterbatasan pendidikan menjadi ladang ilmu-ilmu pengetahuan seperti:

Pertama, fokus memperdalam ilmu yang dipelajari untuk meraih prestasi. Kita dapat memanfaatkan hal ini dengan lebih mencatat kembali penjelasan guru ataupun dosen, belajar materi-materi yang diajarkan, ataupun mengulang kembali rekaman pembelajaran. Dengan perkembangan teknologi kita bahkan bisa memanfaatkan berbagai fitur untuk menunjang proses pembelajaran seperti membuat catatan dari alih suara penjelasan pendidik menjadi teks.

Kedua, menjadikan media sosial sebagai literasi digital karena menyajikan berbagai hal dengan jumlah wawasan yang tak terbatas. Kita dapat mendapatkan banyak ilmu baru dari media sosial. Bahkan saat ini, kita cenderung lebih betah aktif di media sosial dari pada membaca buku. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk memicu semangat belajar kita dengan literasi digital melalui media sosial.

Ketiga, akses video untuk menyokong pemahaman dan berbagai tutorial. Kita dapat mengeksplor banyak video terkait ilmu yang ingin kita cari di berbagai aplikasi, salah satunya youtube dan google. Nah, dengan mengakses video tersebut tentunya akan meningkatkan pemahaman kita tentang suatu materi daripada membaca buku materi berupa teks bacaan.

Keempat, latih dan tingkatkan berbagai kemampuan diri. Hal ini menjadi menarik untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian kita dengan melakukan program-program dan pelatihan online. Jadi, manfaatkan waktu selama stay at home untuk mengembangkan skill seperti menulis, desain, animator, pembuatan aplikasi, ilmu coding, marketing, pelatihan Microsoft Word, Corel Draw, ataupun belajar test TOEFL.

Kelima, menambah wawasan dengan mengikuti berbagai Webinar. Saat ini ada banyak webinar yang diadakan oleh berbagai lembaga di Indonesia, bahkan kita juga dapat mengikuti Webinar Internasional yang diadakan oleh lembaga luar negeri. Dengan adanya digitalisasi, kita mampu memperoleh kemudahan dalam mengikuti berbagai kegiatan secara online di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, kita dapat memanfaatkan momentum ini untuk menyerok berbagai wawasan dari segala bidang pendidikan. Apalagi webinar yang sifatnya gratis dan terbuka untuk umum, jangan sampai terlewatkan ya!

Keenam, mengikuti berbagai kompetisi. Banyak sekali kompetisi yang dapat kita ikuti selama pandemi ini seperti kompetisi olimpiade, karya tulis ilmiah, essay, poster, video pendek, desain grafis, foto, dan masih banyak lagi. Dengan mengikuti berbagai kompetisi ini kita akan memperoleh banyak sekali pengalaman dan wawasan baru.Bahkan kita juga dapat melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan yang kita miliki. Jika menang adalah bonus, maka kekalahan adalah proses kemenangan yang tertunda. Jadi, jangan takut untuk mencoba.

Nah beberapa cara diatas merupakan tips untuk mengolah problematika menjadi pengetahuan yang berharga. Pendidikan tidak hanya dinilai dari angka hasil ujian seperti raport dan IPK, melainkan dari bagaimana kita mampu meraih dan mengimplementasikan ilmu sebaik-baiknya. Pendidikan merupakan hal-hal urgensi dan esensial dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dengan pendidikan kita dapat terbebas dari belenggu kebodohan. Bahkan kita dapat menciptakan berbagai aspek dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, kita tidak boleh hanya pasrah dan menyerah dalam masa pandemi ini hanya karena pendidikan yang kita jalani terhalang oleh kebijakan dalam negeri. Terdapat beragam ilmu yang dapat kita eksplorasi untuk mencapai prestasi-prestasi yang berarti. Dunia akan lebih berharga, apabila kita mau berusaha. Terutama dalam mengeksplorasi diri.

Pengetahuan itu tidak terbatas, akan muncul pemahaman-pemahaman baru yang belum kita ketahui selama ini. Dengan adanya perkembangan teknologi kita mampu menjangkau lebih banyak ilmu dan pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas diri. Selalu tanamkan konsep bahwa pandemi bukanlah penghalang, melainkan sebuah dorongan untuk meraih pendidikan yang gemilang. (*)

 

*) Mahasiswi Pasca Sarjana IAIN Kudus, Manajemen Pendidikan

Comments
Loading...