Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Soal Covid-19 Varian India di Kudus, Bupati: Banyak Kematian Tanpa Komorbid

Instalasi pemulasaran jenazah pasien Covid-19 RSUD Loekmono Hadi Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo kembali mengingatkan pada masyarakat untuk mewaspadai penularan varian Covid-19 jenis B16172 atau dengan istilah delta asal India, yang kini sudah ditemukan di Kudus.

Selain karena penularannya lebih cepat, virus tersebut juga ditengarai menjadi penyebab tingginya angka kematian pasien suspek maupun konfirmasi Covid-19 di Kudus.

“Bisa kami lihat angka kematiannya ini tidak hanya yang ada komorbid atau penyakit penyerta saja, melainkan yang tanpa komorbid juga banyak,” kata Bupati Hartopo, Minggu (13/6/2021).

Bahkan, lanjut dia, banyak pasien juga meninggal di usia yang produktif. Tidak hanya pada lansia saja ataupun pada anak-anak.

“Tapi usia 30 tahun ya ada 35 tahun ya ada. Ini harus dipahami bersama dan harus diwaspadai,” ujarnya.

Walau demikian, pihaknya berharap masyarakat tidak terlalu cemas akan hal itu. Yang terpenting, kata dia, adalah tetap melaksanakan protokol kesehatan secara benar.

“Terus mencuci tangan, tetap menjaga jarak, dan yang terpenting tetap memakai masker. Apalagi ketika berada di ruangan dengan orang lain. Itu bisa sangat berbahaya penularannya,” kata Hartopo.

Baca: Varian Baru Sudah Masuk Kudus, Ganjar: Jangan Pernah Lepas Masker

Masyarakat, lanjut Hartopo, juga diharapkan memahami proses penularan virus tersebut. Sehingga ketika mereka memahami, maka mereka akan memproteksi diri sendiri dari penularan virus tersebut.

“Kalau orang paham penularannya, maka akan semakin paham cara menghindarinya,” jelas Hartopo.

Diketahui, varian baru Covid-19 asal India atau B16172 terdeteksi menyebar di Kabupaten Kudus. Dari 34 sampel pasien Covid-19 asal Kudus yang diambil Kementerian Kesehatan, 28 di antaranya dinyatakan positif varian delta India.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...