Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gubernur Izinkan Pemkab Kudus Isolasi Pasien OTG di Daerahnya, Tak Perlu Lagi ke Donohudan

Nakes membantu pasien di Kudus untuk menuju bus untuk berangkat ke Asrama Haji Donohudan. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi lampu hijau kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk mengisolasi warganya yang terkonfirmasi Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) di isolasi terpusat milik daerah.

“Warga Kudus tidak mau ke Donohudan tidak apa-apa ya sudah di sini saja. Saya lihat masih mumpuni,” kata Ganjar usai berkoordinasi dengan Pemkab Kudus terkait pencegahan penularan varian baru Covid-19 delta di Kudus,  Minggu (13/6/2021).

Ganjar menilai, kapasitas isolasi terpusat di Kabupaten Kudus telah mumpuni untuk menampung pasien-pasien OTG Covid-19. Hanya memang butuh penambahan tenaga kesehatan dan sarana penunjangnya.

“Inilah yang harus cepat dilakukan pendataan dan segera bilang ke kami,” lanjut Ganjar.

Berdasar data dari Pemkab Kudus sendiri, kapasitas isolasi terpusat seperti di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sendiri masih tersedia banyak.  Dari 180 tempat tidur, baru terisi sebanyak 20 tempat tidur saja. Belum dengan dua lokasi lain yakni di Balai Diklat Sonyawarih dan Graha Muria Colo.

Selain itu, desa-desa di Kabupaten Kudus juga mulai menyiapkan lokasi isolasi mandiri terpusatnya.

“Datanya ada 599 tempat tidur, ini tentu jumlah yang banyak kita bisa pindahkan yang isolasi di rumah ke sana supaya bisa terpantau dengan baik,” jelas dia.

Sementara Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, akan menyetop sementara pengiriman pasien OTG Covid-19 dan memfokuskannya di isolasi terpusat di Kabupaten Kudus.

Baca: Lockdown Mikro Akan Diterapkan di Kudus Tekan Penularan Covid-19 Delta

Hanya memang, masih ada sejumlah kendala seperti sarana prasarana dan jumlah dari tenaga kesehatannya.

“Kami akan kirimkan data kurangnya apa, biar segera bisa direaliasasi walau secara berkala,” ujar Hartopo.

Hartopo menambahkan, penyaringan pasien OTG Covid-19 juga akan dilakukan lebih selektif lagi. Apabila dalam satu rumah masih ada pasien positif yang seruangan dengan pasien negatif, maka akan segera diangkut.

“Sehingga tidak ada yang positif campur sama negatif. Mau yang positif ditarik atau yang negatif yang keluar,” tegas Hartopo.

Baca: Varian Baru Sudah Masuk Kudus, Ganjar: Jangan Pernah Lepas Masker

Jumlah tempat tidur isolasi di Kabupaten Kudus sendiri, lanjut dia, berada di kisaran seribu tempat tidur. Dengan rincian sekitar 400 tidur di sejumlah lokasi seperti Rusunawa, Balai Diklat Sonyawarih, Graha Muria Colo, dan Akbid Kudus.

Kemudian lokasi isolasi terpusat di desa-desa di Kudus yang jumlahnya mencapai 599 tempat tidur. “Itu nanti di desa-desa akan dikoordinir Jogo Tonggo masing-masing desa,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...