Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bikin Pilu, Ibu Hamil Delapan Bulan di Karanganyar Meninggal Usai Terkonfirmasi Covid-19

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Karanganyar — Seorang ibu hamil di Karanganyar meninggal dunia setelah menjalani perawatan usai dinyatakan positif Covid-19. Saat meninggal ibu tersebut meninggal bersama bayinya yang masih dalam kandungan dengan usia hampir delapan bulan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Nuk Suwarni menjelaskan, ibu hamil yang meninggal tersebut terjadi pada pekan terakhir Mei.

“Saat meninggal, usia kehamilan antara tujuh bulan sampai delapan bulan. Belum masuk masa persalinan. Dia ini sempat menjalani test swab Covid-19. Setelah itu muncul gejala sesak napas. Dia menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari,” tutur seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (12/6/2021).

Selama menjalani perawatan itu, lanjut Nuk, kondisi ibu hamil memburuk. Dia pun meninggal saat menjalani perawatan. Menurut informasi yang dia terima, ibu tersebut memiliki riwayat penyakit lain.

Di sisi lain, Nuk menyampaikan Dinkes mendata 40 orang ibu hamil yang memasuki masa persalinan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Data tersebut dikumpulkan Dinkes hingga awal Juni.

“Data per awal Juni yang positif 40 orang, tetapi itu dari pemeriksaan terhadap 124 orang ibu hamil di Kabupaten Karanganyar yang akan bersalin,” ujarnya.

Nuk menyebut kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi pada ibu hamil di Karanganyar yang akan melahirkan tidak terlalu tinggi. Dia menaksir persentasenya 10% dari total ibu hamil yang diperiksa.

“Enggak signifikan, lebih cenderung stabil. Persentasenya 10% dari ibu hamil yang diperiksa itu positif. Tapi kondisinya sehat. Mereka menjalani isolasi mandiri,” ungkap dia.

Selama perjalanan waktu, lanjut dia, sejumlah ibu hamil tersebut sudah ada yang dinyatakan negatif Covid-19. Tetapi, Nuk belum dapat membagikan data tersebut. Di sisi lain, perempuan berkerudung itu menjelaskan prosedur pelaksanaan tes swab PCR Covid-19 terhadap ibu hamil yang memasuki masa persalinan.

“Ibu hamil ketika usia kandungan delapan bulan atau menjelang persalinan harus mengikuti screening dengan tes swab PCR Covid-19. Maksudnya kalau akan bersalin itu nanti ada prosedur jelas. Kalau negatif [Covid-19] tidak harus menggunakan standar Covid-19 ketat. Kalau sebaliknya ya harus ditangani rumah sakit yang bisa menangani persalinan dengan standar Covid-19,” jelasnya.

Nuk mengungkapkan prosedur tersebut sudah diterapkan sejak awal pandemi Covid-19. Dia mengingatkan masyarakat bahwa ibu hamil termasuk kelompok risiko tinggi. Oleh karena itu, Nuk menyarankan sejumlah hal yang harus diperhatikan.

“Ibu hamil harus dijaga agar selalu sehat. Misal, dijaga makan, konsumsi tablet tambah darah, vitamin dicukupi. Kalau stamina dan asupan makanan kurang bagus bisa berpengaruh kepada imunitas sehingga gampang terserang Covid-19. Selain itu jaga kondisi psikologis. Dia ini membawa dua nyawa,” tutur dia.

Nuk mengingatkan ibu hamil agar mengurangi mobilitas atau aktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19. Apabila terpaksa keluar rumah, Nuk mengingatkan agar ibu hamil menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saat menjalani isolasi mandiri apabila terpapar Covid-19, harus dipantau secara ketat. Satgas desa, Jogo Tonggo membantu mencukupi kebutuhan logistik ibu hamil dan keluarganya. Bidan akan rutin mengecek melalui handphone” imbuhnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...