Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Duga Lonjakan Corona karena Varian Baru, Ada Guru Selfie Bareng pun Tertular

Gubernur Ganjar Pranowo meninjau RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Sragen – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menduga lonjakan kasus di berbagai daerah di Jateng akhir-akhir ini karena varian baru. Bahkan Ganjar mendapat cerita jika hanya gara-gara selfie bareng pun bisa tertular.

Cerita ini didapatkan Ganjar dari salah satu pasien yang tengah menjalani isolasi di diisolasi terpusat di Technopark Sragen, Sabtu (12/6/2021). Di tempat itu, ada 194 orang positif Covid-19 yang diisolasi, belasan di antaranya adalah guru.

Cerita tentang tertular karena selfie itu juga didapatkan Ganjar dari seorang guru yang isolasi di tempat tersebut.

“Kita biasanya ketat pak, tapi kemarin pas ada acara, kita pakai pakaian adat. Ndak sadar kita foto-foto tanpa masker dan berdekatan. Akhirnya salah satu dinyatakan positif Covid-19, dan setelah di-tracing kami kena semuanya,” kata salah satu guru kepada Ganjar.

Ganjar mengatakan bahwa cerita itu membuat dugaan bahwa varian baru Covid-19 telah berkembang. Sebab meskipun tiap hari ketat menjaga protokol kesehatan, hanya karena sekali saja abai, langsung tertular.

“Bisa jadi memang varian baru sudah mulai muncul, jadi kita harus ketat dan tidak boleh abai. Mudah-mudahan, beberapa sampling untuk tes genome squensis kita segera dapatkan hasil untuk diketahui. Jangan-jangan sekarang virusnya sudah bermutasi dan makin ganas. Maka apa yang terjadi ini, harus menjadi pembelajaran bersama,” ujarnya.

Ganjar pun memintas masyarakat semakin waspada dan meningkatkan protokol kesehatan. Karena kecurigaan jika lesatan kasus belakangan terakhir mengarah ke varian baru.

“Saya ingatkan semua untuk waspada. Awas varian baru. Saya ulangi awas varian baru. Jangan disepelekan. Peningkatan yang cukup tinggi akhir-akhir ini rasa-rasanya ini varian baru. Tetap jaga protokol kesehatan,” kata Ganjar.

Ganjar meminta seluruh kabupaten/kota terus meningkatkan tracing dan testing. Ia pun mengingatkan agar tidak ada bupati/wali kota yang menghentikan tracing dan testing demi citra politik.

“Jangan takut soal citra. Semakin banyak kasus, tidak apa-apa karena testingnya tinggi. Daripada testing dan tracing rendah, keselamatan masyarakat tidak diketahui. Saya juga pesan, terus genjot vaksinasi khususnya untuk lansia,” tegasnya.

Di tempat isolasi terpusat itu Ganjar melihat penanganan sudah cukup bagus. Ada petugas yang selalu berjaga di pintu masuk, dan ada batas kunjungan orang dari luar untuk menyapa keluarganya dari kejauhan.

Ganjar juga mendapat keluhan dari para pasien. Yakni mereka mengeluhkan soal air yang agak sulit, dan bantal yang kurang.

Ganjar pun langsung memanggil pengelola tempat isolasi terpusat Technopark Sragen dan Sekda Sragen yang mendampinginya.

Dari laporan mereka diketahui jika air sudah diperbaiki, sementara bantal sebenarnya banyak namun banyak yang dibawa pulang pasien sebelumnya.

“Tenang, usulan sampeyan sudah ditangani. Air sedang diperbaiki, besok sudah selesai. Untuk bantal, besok dibelikan. Tapi aja digawa balik ya (tapi jangan dibawa pulang ya),” kata Ganjar sambil tertawa.

Dalam kesempatan itu, Ganjar meninjau RSUD Dr Soehadi Prijonegoro. Di rumah sakit tersebut, Ganjar ingin memastikan penanganan berjalan dengan baik dan Bed Occupancy Rate (BOR) nya ditambah.

“BOR nya di rumah sakit ini ternyata sudah tinggi. Tapi saya senang, karena pihak rumah sakit sudah menambah. Harapan saya seluruh rumah sakit di Sragen melakukan penambahan tempat tidur, baik ICU maupun isolasi. Agar kalau terjadi peningkatan, tidak kebingungan. Siapkan juga tempat isolasi terpusatnya,” jelasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...