Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Klaster Sekolah Muncul di Pekalongan, 18 Guru dan Siswa Positif Covid-19

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Pekalongan – Klaster penyebaran Covid-19 kembali muncul di Kabupaten Pekalongan. Kali ini klaster tersebut menimpa SMK Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Tirto.

Klaster tersebut diketahui setelah 18 orang yang terdiri dari guru dan siswa tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, sekolah bahkan sempat menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dan rapat guru.

Dikutip dari Suara.com, Kepala Puskesmas Tirto 1, Lisa Irmawati mengungkapkan, klaster penularan tersebut diketahui saat Dinas Kesehatan berencana melakukan rapid test antigen di tujuh sekolah pada Sabtu (5/6/2021). Dari tujuh salah satunya di SMK Ma’arif NU Tirto

Rapid test antigen dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka yang sebelumnya digelar di tujuh sekolah tersebut.

“Saat rapid test antigen akan dilakukan, kami mendapat laporan ada guru yang mengalami anosmia (kehilangan penciuman),” kata Lisa, Sabtu 12 Juni 2021.

Setelah mendapat laporan itu, Lisa berkoordinasi dengan Puskesmas Wiradesa agar melakukan rapid test antigen karena guru tersebut sedang berada di rumahnya di Kecamatan Wiradesa.

‎”Berdasarkan hasil rapid test antigen yang dilakukan Puskesmas Wiradesa, guru tersebut positif Covid-19,” ungkap Lisa.

Menyusul hasil tersebut, langkah tracing dan rapid test antigen akhirnya langsung dilakukan terhadap kontak erat guru yang positif di SMK Ma’arif NU Tirto. Dari 73 orang yang dites swab antigen, 22 orang di antaranya positif Covid-19.

Mereka kemudian ‎dites swab PCR. Hasilnya, sebanyak 17 orang yang terdiri dari 11 guru dan 6 siswa positif Covid-19.

“‎Jadi total ada 18 orang yang positif. Terdiri dari 12 guru dan 6 siswa,” ujar Lisa.

Menurut Lia, 18 orang tersebut seluruhnya menjalani isolasi mandiri di rumah karena mayoritas tidak memiliki gejala.‎ “Guru yang positif juga isolasi mandiri karena gejalanya termasuk ringan,” ujarnya.

Humas SMK Ma’arif Nahdlatul Ulama Tirto, Husni Amri mengatakan, uji coba pembelajaran tatap muka terakhir kali digelar, Rabu 25 Mei 2021. Kemudian pada Senin 31 Mei 2021, para guru yang menjadi wali kelas sempat mengikuti rapat di sekolah.

‎”Setelah uji coba pembelajaran tatap muka selesai, pembelajaran dilakukan secara daring. Protokol kesehatan yang ketat juga sudah kami lakukan seperti memakai masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

‎Menurut Husni, setelah ada 18 guru dan siswa yang positif, lingkungan sekolah langsung disemprot disinfektan.

“Aktifitas di sekolah juga tidak ada,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro menyebut kasus Covid-19 tersebut merupakan yang pertama kali terjadi.

“Selama ini kasus-kasus yang muncul  paling banyak adalah klaster keluarga,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...