Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Guru Ngaji di Sidoarjo Tega Sodomi 25 Santri, Sudah Dilakukan Selama Lima Tahun

Guru ngaji di Sidoarjo diamankan setelah sodomi 25 santrinya. (detik.com-Suparno)

MURIANEWS, Sidoarjo – Seorang guru ngaji di Sidoarjo berinisial AH (31) diringkus polisi karena menyodomi 25 santrinya sendiri. Ironisnya, AH telah melakukan aski bejatnya itu sejak tahun 2016 lalu atau selama lima tahun.

Melansur dari Solopos.com, Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji mengatakan pelaku melakukan aksinya di rumah hafiz di Kota Sidoarjo yang dikelolanya. Korbannya adalah para santri laki-laki yang berusia 5-14 tahun.

Dia menambahkan para korban adalah anak yatim piatu yang dipungut untuk belajar mengaji menjadi penghapal Alquran di rumah hafiz tersebut. Mereka berasal dari Sidoarjo, Kalimantan, Bali, Surabaya, dan Sumatra.

Sumardji mengatakan pelaku melakukannya dengan masuk ke kamar santri pada malam hari lalu menguncinya. Lalu tersangka mendekati santri yang sedang tidur.

Bila santri bangun, pelaku langsung mengancam dan membujuknya. Setelahnya pelaku melakukan perbuatan bejatnya.

“Agar niat bejatnya terlaksana, tersangka membujuk korban ‘nanti kamu biar tahu kalau sudah besar, biar alat kelaminmu jadi besar dan istrimu nanti bahagia’. Setelah itu tersangka menyodomi korban,” terang Sumardji.

Lebih lanjut, Sumardji menjelaskan akibat perbuatan buruk pelaku, ada sebagian dubur para korban yang rusak. Hal itu karena pelaku tak hanya sekali menyodomi korban.

“Dari pengakuan korban, ada yang disodomi lebih dari satu kali, antara dua hingga tiga kali,” jelas Sumardji.

Aksi sodomi pelaku, menurut Sumardji, terbongkar pada Selasa (18/5/2021), setelah pelaku dilaporkan oleh salah satu donaturnya ke polisi. Donatur itu mendapat laporan dari salah satu santri.

Terkait alasan pelaku melakukan aksinya menyodomi para santri, lanjut Sumardji, untuk mencari kepuasan tersendiri. Dia menjelaskan pelaku sendiri adalah korban sodomi juga di masa kecilnya.

“Dari pengakuan pelaku waktu kecilnya pernah mendapatkan perlakuan yang sama,” kata Sumardji.

Sumardji menegaskan tersangka akan dijerat pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...