Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Zona Merah, Pegawai Kantor Pajak yang Ngantor Hanya 30 Persen Saja

Petugas KPP Pratama Kudus melayani masyarakat beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus mengambil kebijakan baru untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pegawai yang work from office (WFO) atau bekerja di kantor hanya 30 persen saja.

Jumlah 30 persen saja yang WFO itu lebih sedikit dari yang sebelumnya 50 persen. Tujuannya agar tidak berkerumun di Kantor Pajak.

“Dari yang awaknya WFO sebanyak 50 persen kami jadikan 30 persen. Karena pegawai Kudus kan masih zona merah. Pegawai kami juga berdomisili Kudus, Pati, dan Jepara. Kami tidak ingin virus dari luar Kudus masuk ke Kudus dan sebaliknya virus di Kudus terbawa keluar Kudus,” kata Kepala KPP Pratama Kudus, Muhammad Andi Setijo Nugroho, Sabtu (12/6/2021).

Andi tidak menampik pekerjaan yang diselesaikan di kantor terganggu. Namun, hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Yang jelas untuk pekerjaan memang tidak maksimal. Tapi ini demi mencegah corona. Supaya tidak berkerumun,” ujar Andi.

Jika dihitung besaran 30 persen pegawai yang berkantor, dari total 141 pegawai KPP Pratama Kudus, hanya 40 pegawai saja yang dibagi dalam sebelas seksi.

Andi juga mengimbau bagi yang bekerja dari rumah agar taat dan tidak ke luar rumah. Hal itu bertujuan pegawai tidak terpapar Covid-19.

Sementara bagi yang WFO Andi meminta agar tetap bekerja maksimal kendati beban yang dipegang lebih berat.

Selain penerapan WFO 30 persen, KPP Pratama Kudus sudah menjalankan beberapa protokol kesehatan lainnya. Seperti rapid antigen setiap dua bulan sekali dan vaksinasi yang sudah dilakukan hingga dosis kedua.

“Harapan kami pegawai KPP Pratama Kudus tetap sehat dan Kudus segera pulih dari Covid-19,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...