Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ditangkap Saat Pesta Miras, Pemuda Mojosongo Solo Ternyata Jual Ciu Via Online

Kasat Sabhara Polresta Solo, Kompol Sutoyo (tengah) menunjukkan barang bukti miras yang dijual secara online di Mapolresta Solo pada Jumat (11/6/2021). (Ichsan Kholif Rahman)

MURIANEWS, Solo — Dua pemuda bernama Unggul Utomo dan Vidi Antoro di kawasan Banjarsari ditangkap Tim Sparta Polresta Solo saat pesta minuman keras (miras), Kamis (10/6/2021) malam.

Selain sedang menikmati miras, salah satunya ternyata menjual ciu secara online. Hal itu diketahui saat keduanya diintrogasi petugas di lokasi penangkapan.

Kasat Sabhara Polresta Solo Kompol Sutoyo mengatakan, dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) itu, Tim Sparta memperoleh aduan di call center sedang ada para pemuda tengah pesta miras.

Saat mereka diintrogasi petugas, mereka mengakui tidak membeli melainkan kulakan di Mojolaban, Sukoharjo. Lantas, petugas meminta pelaku menunjukkan lokasi penyimpanan.

Ternyata salah seorang pemabuk yang merupakan warga Mojosongo, Solo, menyimpan 72 botol miras jenis ciu berukuran 1,5 liter dan 8 botol anggur.

“Di luar dugaan, ternyata pelaku menyimpan 72 botol ciu termasuk jenis gedang klutuk. Lokasi penyimpanan berdekatan dengan lokasi pesta miras,” katanya mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, Jumat (11/6/2021).

Saat diperiksa, pelaku mengaku menjual ciu secara online. Para pelaku COD di lokasi-lokasi yang dirasa aman dari petugas. Pelaku juga menjual secara langsung di indekos itu. Namun, pelaku hanya mau menjual kepada pembeli langganan maupun orang yang dikenal.

“Bagaimanapun cara menyembunyikannya sekarang banyak masyarakat yang peduli melaporkan ke kami. Penjual dan peminum seluruhnya dijerat tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Solo hari Senin depan,” papar dia.

Ia menambahkan saat ini masyarakat Kota Solo semakin sadar dan peduli melaporkan pekat melalui call center. Sehingga seluruh pekat hingga ke kawasan permukiman bisa diberantas petugas.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...