Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Asrama Haji Donohudan Mulai Penuh, Pemkab Siapkan Opsi Pasien Isolasi Mandiri Dipusatkan di Kudus

Nakes membantu pasien di Kudus untuk menuju bus untuk berangkat ke Asrama Haji Donohudan. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus tengah mempersiapkan opsi untuk menampung semua pasien isolasi mandiri di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kudus. Hal tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien isolasi mandiri.

Sementara di Asrama Haji Donohudan Boyolali diketahui mulai penuh. Sedangkan belum ada konfirmasi dari Balai Diklat Srondol di Semarang.

“Kami persiapkan di sana, jika suatu saat nanti terjadi lonjakan dan kapasitas isolasi terpusat tidak cukup, maka kami siapkan di sana,” kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mas’ut, Jumat (11/6/2021).

Selain Rusunawa Kudus, ada dua tempat isolasi lain yang bisa dioptimalkan. Yakni Balai Diklat Sonyawarih, dan Graha Muria Colo, total kapasitas di tiga tempat itu yakni 796 pasien.

Para camat di sembilan kecamatan di Kudus juga tengah dikumpulkan untuk merencanakan lokasi isolasi mandiri terpusat di tingkat desa. Sehingga bisa menambah kapasitas isolasi yang dimiliki oleh Kabupaten Kudus.

“Ini tengah dibahas, langkah ini perlu dilakukan karena kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir,” jelasnya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kudus bisa memaksimalkan anggaran penanganan Covid-19 untuk membiayai pasien Covid-19 yang akan isolasi mandiri di tiga tempat tersebut.

“Estimasinya selama satu bulan, ada sekitar Rp 1,3 miliar untuk mencukupi kebutuhan makan minum pasien dengan jumlah tersebut, itu pemkab masih mampu,” ujarnya.

Baca: Kapasitas Mulai Penuh, Kudus Setop Pengiriman Pasien Covid-19 ke Donohudan

Eko merincikan, pada tahun 2021 sendiri, Pemkab Kudus menyiapkan anggaran sebesar Rp 67 miliar untuk penanganan Covid-19. Secara keseluruhan, anggaran tersebut dibagi dalam empat kategori.

Yang paling banyak, menurut dia memang untuk insentif tenaga kesehatan daerah. Jumlahnya sekitar Rp 33,6 miliar. Sementara terbanyak kedua, adalah untuk dukungan vaksinasi dari pemerintah pusat.  Yakni sekitar Rp 16,2 miliar.

Sementara untuk pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana atau berpotensi bencana, atau yang kerap diistilahkan dengan Dana Tak Terduga (TT), dianggarkan sebesar Rp 15,1 miliar.

“Sementara sisanya, yakni dukungan untuk sembilan kelurahan di Kabupaten Kudus untuk pelaksanaan PPKM Mikro sebesar Rp 1,8 miliar,” jelas dia.

Eko menambahkan, khusus untuk dana tak terduga, kini telah digunakan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk penanganan Covid-19 di masyarakat.

Seperti di Satpol PP untuk giat operasi yustisi senilai Rp 159,7 juta. Kemudian penyediaan sarana prokes di pasar dan kegiatan lainnya oleh Dinas Perdagangan sebesar Rp 196,9 juta.

Kemudian kebutuhan tenda darurat RSUD Loekmono Hadi Kudus Rp 950 juta. Hingga yang paling besar dianggarkan di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) yakni sebesar Rp 11,7 miliar.

“Itu yang akan digunakan untuk kebutuhan makan minum pasien isolasi mandiri dan kegiatan lain pendukung pengendalian Covid-19, lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...