Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pemerintah Blora Keluarkan Larangan Warganya Gelar Hajatan

Penandantanganan nota kesepakatan pelarangan hajatan di Kabupaten Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengeluarkan larangan bagi warga untuk menggelar hajatan baik resepsi pernikahan maupun khitanan. Hal ini dilakuakn untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Blora yang semakin meningkat.

Selain hajatan, kegiatan masyarakat dan budaya yang berpotensi menimbulkan krumuman seperti acara sedekah bumi juga ditiadakan.

Larangan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan pembatasan kegiatan hajatan oleh Bupati Blora Arief Rohman, Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, dan Dandim 0721/Blora Blora Letkol Inf Ali Hahmudi, Jumat (11/6/2021).

Kegiatan ini diawali dengan apel Bersama di halaman Polres Blora. Bupati menyampaikan nota kesepakatan ini dibuat adalah untuk kebaikan dan kesehatan bersama.

Ia menyadari bahwa kebijakan ini akan menimbulkan ketidakpuasan bagi beberapa pihak. Namun menurutnya, saat ini kesehatan adalah hal yang paling penting untuk dijaga dan harus diutamakan.

“Kita menyadari grafik Covid-19 di Kabupaten Blora terus naik dan kita berupaya agar tidak menjadi zona merah. Oleh karena itu, mulai hari ini acara hiburan yang berkaitan dengan sedekah bumi, atau acara-acara yang memungkinkan menimbulkan kerumunan akan kita tiadakan,” ucap Arief Rohman.

Sementara itu Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama menyebut, bahwa Polres bersama Kodim 0721/Blora akan terus mengawal kebijakan dan terus berdampingan dengan Pemkab Blora. Khususnya dalam kegiatan percepatan penanganan Covid-19 di wilayah kabupaten Blora.

“Dan kita semua harus kompak termasuk masyarakat harus menyadari pentingnya protokol kesehatan. Kita harapkan Covid-19 segera mereda,” kata Kapolres Blora.

Dalam nota kesepakatan itu, bagi warga yang akan menikah hanya diizinkan untuk menggelar akad di KUA dan pemberkatan di gereja, dan tidak diperkenankan menggelar acara resepsi. Pelarangan itu mulai diberlakukan sejak 11 Juni 2021 hingga 30 Juni 2021.

Jika tidak mematuhi aturan itu, dan nekat menggelar hajayan makan Satgas Penanganan Covid-19 akan membubarkan acara tersebut.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...