Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Meski Bukan Karena Covid-19, Warung Makan di Taman Bojana Kudus Ditutup Usai Seorang Pembeli Meninggal Mendadak

Warung makan di kawasan Taman Bojana Kudus tutup, Kamis (10/6/2021) sore.(MURIANEWS/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Seorang pria bernama Sigit Waskito (64) asal Desa Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, meninggal secara mendadak di Taman Bojana, Kudus, Rabu (9/6/2021) petang kemarin. Korban meninggal saat sedang jajan di salah satu warung yang ada di Kompleks Taman Bojana.

Paska kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Kudus mengeluarkan kebijakan untuk sementara menutup semua warung makan yang ada di kawasan itu. Meskipun penyebab meninggalnya diduga karena serangan jantung, namun keputusan penutupan tetap dilakukan.

Keputusan Pemkab Kudus terkait penutupan warung makan di kawasan Taman Bojana tertuang dalam Surat Edaran nomor 443.2/366/17.04/2021 yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

Surat tertanggal 10 Juni 2021 itu tertulis dengan dasar menindaklanjuti arahan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus terkait kasus meninggalnya pembeli yang terjadii Rabu (9/6/2021).

Pemkab Kudus menyatakan ditutupnya warung makan di kawasan tersebut mulai Kamis (10/6/2021), sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari Dinas Perdagangan Kudus. Bagi pedagang warung makan yang melanggar, sesuai surat itu, akan dikenai sanksi tegas sesuai peraturan bupati nomor 41 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan (prokes). SE tersebut ditanda-tangani oleh Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti, saat dikonfirmasi membenarkan tentang hal ini. Penutupan warung makan di kawasan tersebut, dilakukan terkait dengan penanganan Covid-19. Sebelumnya sudah ada himbauan bagi para pemilik warung yang tidak melayani makan di tempat.

“Iya benar ada penutupan. Karena dulu kan sudah diingatkan untuk tidak melayani makan di tempat. Dibungkus saja, karena masih pandemi. Lha ternyata masih ada yang makan di tempat. Berarti kan tidak patuh. Kemarin ada pembeli yang meninggal malah,” kata Sudiharti memberikan konfirmasi, Kamis (10/6/2021) petang.

Sudiharti selanjutnya juga menyatakan belum tahu hingga kapan penutupan ini diberlakukan. Sesuai dengan instruksi yang didapatkannya, penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Bidang Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan Kudus, Anugerah Kurniati juga membenarkan tentang hal ini. Meskipun penyebab meninggalnya pembeli itu bukan karena Covid-19, kebijakan itu tetap dilakukan pihaknya.

“Iya ditutup karena kemarin ada yang meninggal. Meski meninggalnya karena jantung, bukan karena Covid-19,” katanya singkat saat dihubungi MURIANEWS, Kamis (10/6/2021) petang, secara terpisah.

Di kawasan Taman Bojana sendiri, semua warung makan yang ada memang sudah tidak ada yang buka, pada Kamis (10/6/2021). Warung yang menjadi lokasi kejadian pembeli meninggal mendadak, juga tidak buka. Namun beberapa toko yang bukan warung makan, masih tetap buka.

Lina, salah seorang penjual kosmetik menyatakan sudah mengetahui adanya Surat Edaran penutupan warung di Taman Bojana. Namun sepemahamannya, penutupan hanya diperuntukkan bagi warung makan.

“Sudah tahu kalau ada penutupan. Tapi itu untuk warung makan saja. Kalau selain warung makan boleh buka,” katanya, Kamis (10/6/2021).

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...