Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Diklaim Bisa Redam Covid-19, Obat Ivermectin Ternyata Masih Dalam Tahap Penelitian BPOM

Obat Ivermectin yang diklaim menyembuhkan corona.(MURIANEWS/ Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Obat Ivermectin, beberapa hari ini menjadi perbincangan. Obat itu diklaim mampu menyembuhkan pasien Covid-19 di India. Apakah benar demikian?

MURIANEWS mencoba mengetahuinya dengan menanyakan kepada pihak yang berkompeten. Salah satunya adalah menanyakan hal ini kepada Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, dr Ahmad Syaifuddin.

Menurutnya, dr Ahmad Syaifudin, Ivermectin sejauh ini diketahui masih proses penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sejauh ini juga belum ada rekomendasi yang dikeluarkan WHO (World Health Organization) terkait keberadaan obat ini.

“Setahu saya, obat ini masih dalam proses penelitian. Dan sejauh ini juga belum ada rekomendasi dari WHO ,” katanya, Kamis (10/6/2021).

Menurut Ahmad Syaifuddin, obat Ivermectin masih dalam tahap uji coba oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pihaknya juga belum mengetahui apakah sudah mendapatkan izin dari BPOM atau belum.

“Saat ini sudah diuji coba oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Tapi apakah sudah dapat izin dari BPOM, saya belum tahu,” terangnya.

Ditanya soal efektivitas obat terhadap warga di India, Ahmad Syaifuddin membenarkan ada beberapa negara selain Indonesia yang sudah menggunakan obat Ivermectin. Namun, untuk di Indonesia sendiri menurut dia belum bisa diketahui efektivitasnya.

Sejauh ini belum ada obat yang definitif untuk Covid-19. Terkait Invermetin, dirinya juga menyebut ada informasi bahwa obat ini tidak berdampak terhadap penanganan Covid-19. Hal itu disebut oleh salah satu dokter terkenal di dunia.

“Memang ada beberapa negara yang menggunakan. Tapi untuk di Indonesia belum bisa diketahui efektivitasnya. Kami juga tidak bisa sebut Ivermectin itu obat Covid-19,” imbuhnya.

Hampir senada, Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi juga menyebutkan Invermectin belum memiliki izin dari BPOM. Penggunaannya di Indonesia untuk penanganan Covid -19 juga belum terbukti efektif.

“Obat Ivermectin belum ada izin dari BPOM. Infonya kalau di India bisa menyembuhkan Covid-19. Tapi untuk Indonesia belum terbukti. Karena masih tahap penelitian,” katanya, Kamis (10/6/2021), secara terpisah.

Selain itu, menurut dokter Hilal obat Ivermectin belum ada rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Namun demikian, diakuinya RS Aisyiyah Kudus saat ini sudah mendapatkan 750 tablet Ivermectin.

Obat Ivermectin itu didapat dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan PT Harsen Laboratories sebagai produsen obat. Namun, obat Ivermectin sebanyak 750 tablet itu sampai hari ini belum digunakan. Pihaknya masih menunggu izin dan rekomendasi BPOM.

“Kami sudah dapat obat Ivermectin sebanyak 750 tablet. Tapi belum kami gunakan karena belum ada rekomendasi dari BPOM dan WHO,” ujarnya.

Sejauh ini bisa dikatakan memang belum ada obat Covid-19. Oleh sebab itu untuk saat ini hal yang paling tepat yang bisa dilakukan adalah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.

“Sejauh ini belum ada obat Covid-19. Imbauan kami tetap perketat prokes. Ketika ada flu segera periksa ke dokter. Karena kalau ada gejala dan tidak periksa dikhawatirkan bisa menularkan keluarga yang berdampak menjadi klaster keluarga,” pungkasnya.

MURIANEWS juga mencoba menghubungi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito. Namun yang bersangkutan belum berkenan mengangkat telepon. Pun saat ditanya via chat WhatsApp, Penny belum memberikan jawaban.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...